ally muhammad

You can destroy my body, But you can’t destroy my souls

ISLAM DAN PANCASILA. Menyikapi Penolakan BEM Se-Madura Terhadap Syariat Islam

Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on May 22, 2009

ISLAM DAN PANCASILA

Menyikapi Penolakan BEM Se-Madura Terhadap Syariat Islam

Jumat 22 Mei kemarin seluruh BEM se-Madura menggelar aksi unjuk rasa menolak penerapan Perda Syariat di empat kabupaten di Madura. Menurut mereka pemberlakukan Perda syariat Islam ini bertentangan dengan dasar negara Indonesia yaitu Pancasila. Pemberlakuan Syariat Islam juga bisa menimbulkan perpecahan dan disintegrasi bangsa. Alasan itu dikemukakan oleh Presma Sekolah Tinggi AGAMA ISLAM Negeri (STAIN) Pamekasan. “Madura bukan daerah istimewa seperti Aceh., jadi tak seharusnya meniru Aceh”, jelasnya lantang.

Keputusan itu adalah satu dari lima poin hasil Kongres BEM se-Madura yang digelar hari kamis Mei 2009 kemarin. Rekomendasi lainnya adalah perbaikan di bidang ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya. Ke empat poin lainnya itu hanyalah topeng penutup penolakan mereka terhadap Syariat saja.

Lagi-lagi penghancuran agama dari dalam kembali di lakukan, dan ironisnya aksi-aksi ini dilakukan oleh intelektual-intelektual muda yang seharusnya menjadi tonggak tegaknya Syariat. Setelah beberapa waktu lalu seorang dosen Sejarah Peradaban Islam bernama Sulhawi Ruba di Universitas ISLAM Negeri (UIN) Sunan Ampel Malang melakukan pelecehan Islam dengan mengatakan bahwa Al Qur’an adalah makhluk seperti kita, binatang dan makhluk lainnya, dan Al Qur’an juga adalah hasil kebudayaan manusia. Tidak hanya itu saja dosen sesat ini juga menginjak-injak lafadz Allah yang ditulisnya sendiri di atas secarik kertas kemudian dibuangnya ke lantai. “Niat saya untuk keilmuan. Saya lakukan itu untuk memberikan pemahaman kepada para mahasiswa agar tidak syirik,” tandasnya, tanpa ada rasa takut sedikit pun akan protes umat Islam. (sabili)

Kini giliran mahasiswanya yang secara terang-terangan dan berjamaah melakukan aksi unjuk rasa menolak Pemberlakuan Syariat Islam.

Menyikapi fenomena aneh ini memang tidak harus kaget, karena sebuah hadist mengatakan “Islam akan hancur oleh Umat Islam sendiri”.

Sekarang mari kita bandingkan Syariat Islam yang mereka tolak dengan Pancasila yang mereka sembah.

Islam Dan Pancasila

Pancasila bukan Islam dan Islam juga bukan Pancasila. Sebuah paham dan ajaran yang sangat berbeda dan mempunyai kitab yang berbeda pula (Al Quran Vs UUD 45). Islam itu dari Allah Yang Maha Kuat, sedangkan Pancasila dan faham-faham hidup lainnya adalah buatan manusia yang maha lemah.

Islam

Manusia adalah makhluk yang berasal dari tidak ada. Dari tidak ada menjadi ada adalah sebuah kejadian yang pasti akan melalui sebuah proses, yaitu proses penciptaan. Mustahil sesuatu yang asalnya tidak ada menjadi ada dengan sendirinya. Lalu siapa yang membuat kita menjadi ada? Dialah Allah yang Maha Pencipta dan Maha Pemelihara seluruh ciptaanNya. Tiada Khalik selain DiriNya.

Sebagai Khalik (pencipta) Allah pasti sangat mengetahui keadaan makhluknya, sebagaimana robot yang di buat oleh seorang ilmuan. Ilmuan itu akan sangat mengetahui seluk beluk robot buatannya itu, dengan begitu dia akan tahu apa yang dibutuhkan oleh robot itu dan apa yang harus dihindarkan dari robot itu. Begitu pun Allah, Allah sangat mengerti apa yang kita butuhkan. Allah menciptakan alam semesta dengan segala isinya tidak lain adalah sebagai penunjang kelangsungan hidup makhluk-makhluk ciptaanNya. Tanah, air, udara dan lain-lain adalah kebutuhan kita sebagai makhluk hidup. Manusia adalah satu-satu makhluk istimewa yang berbeda dengan makhluk-makhluk lain. Allah memberikan akal sebagai penyempurnanya. Akal adalah modal utama manusia untuk menjalani kehidupan. Akal juga adalah satu-satunya ciri yang membedakan manusia dengan mahkluk lainnya. Maka dengan kesempurnaan itu Allah memberikan ajaranNya atau peraturan hidup untuk dilaksanakan oleh manusia dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. Seperti halnya Allah menerapkan peraturan-peraturan (Sunatullah) pada jagad raya ini. Bagaimana planet-planet ini beredar pada garis edarnya masing-masing. Jika tanpa aturan yang telah Allah tetapkan, maka sudah sekian lama alam semesta ini hancur. Bagaimana Allah menegakkan langit tanpa tiang? Bagaimana Allah menetapkan malam untuk beristirahat dan siang hari untuk beraktifitas? Semua itu adalah Sunnatullah yang tidak akan pernah berubah,

“Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunatullah itu”. (Q.S Al Fath : 23).

Seperti itu pula Allah menetapkan ketentuan dan peraturanNya kepada manusia. Allah telah menurunkan segala ketentuan, peraturan, Hukum dan Undang-undangNya itu berupa wahyu yang diberikan kepada utusan-utusanNya, dan diabadikan dalam Kitab Suci yang akan terjaga keotentikannya, yaitu Al Qur’an dan Islam sebagai agamanya. Dengan aturan hidup itu manusia akan berada dalam kedamaian, ketenangan jiwa, kebenaran, kebaikan dan keteraturan hidupnya. Bukankah Sifat-sifat itu adalah kebutuhan yang tidak bisa kita pungkiri sebagai manusia? Dengan diturunkannya peraturan itu manusia tidak akan tersesat selamanya.

Sebagai makhluk yang diciptakan atau sebagai budak yang mempunyai majikan, sudah sepantasnyalah kita memberi pengabdian. Kita tidak lebih hanyalah sebagai tamu di bumi Allah ini. Sebagai tamu, seharusnya kita harus bisa mengikuti aturan rumah yang kita singgahi, bukan malah membuat aturan sendiri. Islam adalah satu-satunya aturan untuk mengatur seluruh tamu di bumi Allah ini.

Jadi, apa yang dilakukan oleh BEM se-Madura itu adalah sebuah penentangan budak kepada majikannya, robot kepada pembuatnya, makhluk kepada Khaliknya. Dan pembangkangan-pembangkangan itu tidak akan pernah memberi hasil apa-apa kecuali kehancuran. Karena yang berhak mengatur manusia (makhluk) itu hanyalah penciptanya sendiri, bukan pengabdian manusia kepada manusia. Para pemberontak Tuhan hanyalah budak-budak tolol yang tak tahu malu.

Pancasila

Pancasila adalah buah pikiran manusia Indonesia yang bernama Muhammad Yamin yang disampaikan di depan sidang Badan Penyelidik tentang Lima Asas sebagai dasar bagi Indonesia Merdeka pada tanggal 29 Mei 1945. Asas-asas itu adalah Peri-Kebangsaan, Peri-Kemanusiaan, Peri-Ketuhanan, Peri Kerakyatan dan Kesejahteraan Rakyat, yang kemudian ditiru oleh Soekarno. Soekarno bukanlah perumus kelima sila itu seperti yang kita ketahui sebelumnya. (lihat : Doktrin Zionisme & Ideologi Pancasila oleh Drs. Muhammad Thalib dan Irfan S. Awwas).

Pancasila yang digagas oleh Mr. Mohammad Yamin, Mr. Soepomo dan Ir. Soekarno adalah kepanjangan dari doktrin Zionis yang telah dipropagandakan oleh tokoh-tokoh Freemasonry di Asia pada umumya, dan Asia Tenggara pada khususnya. Teori ini dike-mukakan oleh Abdullah Patani dalam risalah kecil berjudul “Freemasonry di Asia Tenggara“, yang ditulisnya di Madinah Al-Munawarah pada tahun 1400 H dan diterbitkan dalam bahasa Melayu di Malaysia oleh Ali bin Haji Sulong.

Untuk membuktikan kebenaran teorinya ini, Abdullah Patani telah menunjukkan adanya per-samaan antara sila-sila Pancasila dengan Khams Qanun Zionis, dan asas-asas idiologi negara yang dikemukakan oleh Nehru di India, Dr. Sun Yat Sen di Cina, Pridi Banoyong di Thailand, dan Andres Bonivasio di Filipina. Adanya persamaan sila-sila yang lima tersebut di semua negara di atas, maka Abdullah Patani mengambil kesimpulan sementara, bahwa hal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai sekadar persamaan gagasan secara kebetulan, melainkan pasti terdapat pengaruh kuat doktrin Zionisme pada tokoh-tokoh tersebut.

Panca Sila

1. Monotheisme

Ketuhanan Yang Maha Esa

2. Humanisme

Kemanusiaan yang adil dan beradab

3. Nasionalisme

Persatuan Indonesia

4. Demokrasi

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

5. Sosialisme

Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Asas Zionisme : Khams Qanun (Lima Sila)

1. Humanisme

Kemanusiaan yang adil dan beradab berlakulah, janganlah kalian menjadi peniru bangsa Babilon yang telah membuangmu, tetapi bagi luar bangsamu dan yang hendak mem-binasakanmu, kalian adalah bangsa besar dan engkau pun jika keperluanmu mendesak ber-lakulah Syer Talmud baginya, seperti nyanyian Qaballa berbunyi : “Taklukanlah mereka, binasakanlah mereka akan mengambil hakmu, engkau adalah setinggi-tinggi bangsa seumpama menara yang tinggi. Gunakanlah hatimu ketika menghadapi sauda-ramu, karena mereka itu keturunan Yaqub, ketu-runan Israel. Buanglah hatimu ketika menghadapi lawanmu karena mereka itu bukan sekali-kali saudaramu, mereka adalah kambing-kambing perahan dan harta mereka adalah hartamu, rumah mereka adalah rumahmu, tanah mereka adalah tanahmu.”(Syer Talmud Qaballa XI :45)

2. Nasionalisme

Berbangsa satu bangsa Yahudi, berbahasa satu bahasa Yahudi dan bertanah air satu tanah air Yahudi Raya (Israel Raya).

3. Sosialisme

Keadilan sosial yang merata pada masyarakat Yahudi, sehingga setiap orang Yahudi menjadi seorang kaya raya dan menjadi pimpinan dimana pun ia berada, dan menjadi protokol pembuat program. Dalam Nyanyian Qaballa Talmud dikatakan : “Dengan uang kamu dapat kembali ke Yudea, ke Israel karena agama itu tegak dengan uang dan agama itu uang, sesungguhnya wajah Yahwe sendiri yang tampak olehmu itu adalah uang! Cintailah Zion, cintailah Hebran, cintailah akan Yudea dan cintailah seluruh tanah pemukiman Israel, karena engkaulah bangsa pemegang wasiat Hebran tertua yang berbunyi :”Cinta pada tanah air itu sebagian dari iman!” (XL : 46)

4. Monotheisme

Kesatuan Tuhan (Ketuhanan yang Maha Esa) Hendaklah bangsa Yahudi bertuhan dengan Tuhannya masing-masing dan merupakan kesatuan gerak. Maka hai orang-orang atheis dan bebas agama di kalangan bangsa Yahudi hendaklah engkau pun bertuhan dengan tuhanmu sendiri bukankah alam pun tuhanmu dan bukankah kudrat alam pun tuhanmu juga? Kalian berlainan agama, kalian berlainan keper-cayaan, kalian berlainan keyakinan, tetapi kalian harus bersatu dan gunung zionisme telah menan-timu. Hendaklah kalian tenggang menenggang, hormat menghormati hai Yahudi seluruh dunia!

5. Demokrasi

Dengan cahaya Talmud dan Masna dan segala ucapan imam-imam agung bahwa telah diundangkan “Bermusyawarahlah dan berapatlah dan berlakulah pilihan kehendak suara banyak itu karena suara banyak adalah suara Tuhan!”

Lima dasar dari Freemasonry Perancis

1. Nasionalisme

2. Sosialisme

3. Demokrasi

4. Humanisme

5. Theologi Kultural.

Lima dasar Freemasonry Italia

1. Nasionalisme

2. Trinitas

3. Humanitas

4. Sosialisme

5. Demokrasi.

Benarkah sila-sila Pancasila merupakan saduran dari doktrin Zionisme? Jawaban bagi pertanyaan ini, bisa ya-bisa tidak, tergantung kejujuran dan dari sudut mana kita memandangnya. Bahkan, tidak mustahil akan mendapatkan tantangan hebat dari orang-orang yang selama ini meyakini kemurnian idiologi Pancasila sebagai hasil perkembangan masyarakat Indonesia yang majemuk, yang digali dari khazanah budaya nenek moyang. Hanya saja, penolakan demikian tidak cukup kuat dan tidak memiliki dasar-dasar ilmiah untuk menghapus adanya teori ketiga di atas.

Terhadap pertanyaan di atas, telah dijawab sendiri oleh Soekarno, dalam suatu pidato yang disampaikan dihadapan rapat BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945. Soekarno, dengan terus terang mengakui bahwa ia terpengaruh oleh pemikiran Dr. Sun Yat Sen yang telah merumuskan dasar idiologinya dengan nama “ San Min Chu I “. Selain itu Soekarno juga mengakui, bahwa semasa ia berumur 16 atau 17 tahun telah mendapatkan ajaran tentang paham internasionalisme dari seorang guru Belanda di Surabaya bernama A. Baars.

Abdullah Patani menyatakan bahwa idiologi yang diambil oleh Dr. Sun Yat Sen berasal dari doktrin Zionisme melalui gerakan Freemasonry Asia, dimana Sun Yat Sen termasuk simpatisan atau anggotanya. Pancasila yang dinyatakan oleh Soekarno sebagai dasar dan idiologi yang menampung semua aliran dan paham yang hidup dalam masyarakat Indonesia. Soekarno tidak menjelaskan bagaimana konkretnya pelaksanaan sila-sila tersebut agar benar-benar dapat mewujudkan tatanan yang dikehendaki oleh masing-masing paham dan agama yang ada di Indonesia dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Soekarno bahkan sering melontarkan semboyan, bahwa semua agama itu sama, karena semua agama bertujuan untuk mencapai kebaikan hidup bagi manusia. Semboyan demikian itu, menurut Abdullah Patani, persis sebagaimana doktrin Freemasonry yang disebut dengan Floatism.

Asas Floatisme bertujuan membuat semua ajaran agama harus dijadikan mengambang atau dengan kata lain, mengambangkan keyakinan semua umat beragama sehingga tidak boleh setiap pemeluk agama menyatakan keyakinannya secara khusus dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Akan tetapi harus mencari titik persamaan agar kehidupan berbangsa dan bernegara tidak didominasi oleh suatu ajaran agama tertentu saja.

Dalam penerapannya, Pancasila menggunakan indoktrinasi secara terus menerus. Indoktrinasi dilakukan melalui segala macam sarana, penataran P4, pengajaran di sekolah-sekolah, simulasi, dan lain sebagainya. Melalui indoktrinasi terus menerus, diharapkan lahirnya manusia satu dimensi di Indonesia, yaitu manusia Pancasilais, yang memiliki sosok maupun karakter seperti bunglon.

Ada apa dengan para intelektual muda ini, hingga dengan beraninya mengadakan kongres untuk merumuskan penolakan terhadap Syariat Allah dan membela hukum buatan manusia. Racun apa yang saat ini mewabah dalam pikiran mereka. Mudah-mudahan penjelasan diatas akan membuat kita semakin terbuka dalam memilih jalan hidup yang sesunggunya. Apakah mahasiswa-mahasiswa ini sudah menjadi antek-antek zionis yang akan menggunakan segala macam cara untuk menghancurkan umat ini? Setelah BEM Se-Madura, persatuan BEM manalagi yang akan melakukan aksi yang sama? Sungguh salah jalan yang kalian tempuh, karena sesungguhnya agama Allah ini akan tetap menang dengan atau tanpa pembangkangan kalian…..!!!

Jadi, Benarkah pembelaanmu wahai intelektual muda???!!!

4 Responses to “ISLAM DAN PANCASILA. Menyikapi Penolakan BEM Se-Madura Terhadap Syariat Islam”

  1. mhmmad rifai said

    indonesia merupakn negara kesatuan yg terdiri dari banyak macam suku, adat-istiadat, ras, glongan, agama. indonesia bukan milik segilntir orang yg mengtas namkan islam. marilah kita realiats jagn hanya mmikirkan diri sendiri atau glongan. kalo indonesia berdasarkn syariat islam maw di kemanakan sdra2 kta lainnya….??????

    Jika teman2 or sdra2 q muslimin mw mmendirikan syariat islam silahkan saja tapi buat sendiri negara jangan merusak negara yg sudah ada, hasil perjuangn para pahlawan kita. Indonesia tetap 1. merdekaaaa

    • bukankah Islam diturunkan untuk menyatukan semua manusia??
      BUkankah Alloh SWT Sang PEncipta berfirman…
      “sesungguhnya kami menjadikan diantara kalian itu bersuku-suku dan berbangsa untuk saling bersaudara…”
      apa anda tau, persaudaraan dalam apa yang Dia maksud…dala ISlam atau yang lain??

      apa para pahlawan kta rela melihat kemerdekaan hasil perjuangan mereke diisi dengan kebebasan yang dilndungi oleh hukum negara…..??

      bangsa ini milik umat Islam bung…

      so bacalah kembali sejarah perjuangan kemerdekaan…siapakah yang berperan penting dalam pencapaiannya???
      Umat Islam lah yang menjadikan Bangsa ini lepas dari belenggu penjajahan,, maka sewajarnyalah bangsa ini menjadi milik kita umat ISlam….

      apakah sebuah negara Islam akan menindas orang2 dluar ISlam???
      bukankah negara madinah dulu….menjadi negara yang baldhatun toyyibah di bawah panji Islam…bukankah dunia itu aman diawah khilafah….??

  2. abdullah said

    belajar sejarah nak baik2… bangsa ini tidak akan bersatu tanpa adanya kesepakan antar raja2 se nusantara. goblok jangan di piara. syariat islam lelaut aja lho!!!!

    • astagfirullohuladzim………
      mas nyadar g tuh…
      mas tau sapa yang bikin mas??
      mas tau sapa yg ngasih mas udara?
      mas tau siapa yg ngasih sma fasilitas khidupan yg mas skr pake??
      GRATIISSS lo mas………..
      tw g sapa??

      nama mu subhanaloh bagus bgt ma.,..”ABDI ALLOH”…
      mas mw pke aturan yg bikin mas n ngasih mas smuanya…apa mw pk aturan hasil pikiran manusia…yg berasal dari nafsu…

      tpi gpp lah……….sma bkal trbukti…mas bakal tau spa yg bakal menang??
      apa bngsa ni bisa maju ky yg mas harepin dg pk sistem yg skr lg mas anut.
      silahkan tunggu aj..
      tunggu bncana2 berikutnya…..

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>