Kepada Obama dan Amerika, Pantaskah kita berharap?
Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on June 10, 2009
Bismillahirrahmanirrahim..
Pasca BlackSeptember atau tragedi 11 September 2001 yang telah mempermalukan Amerika, istilah teroris dan Islam Garis Keras mulai mewabah di dunia. Istilah Terorisme dan Islam garis keras itu ditujukan kepada orang-orang Islam yang ingin menegakan agamanya dengan cara yang benar, yaitu dengan dakwah dan jihad. Akhirnya Jihad menjadi disalahartikan. Jihad adalah kata yang paling dilarang dan ditakuti oleh mereka. Maka siapa saja yang mengambil jalan jihad, dia akan segera mendapat titel teroris dan menganut Islam garis keras dari Amerika cs. Sebenarnya Islam tidak membagi golongannya menjadi Islam garis keras atau Islam garis lembut. Islam itu tegas, selalu bersikap keras terhadap orang kafir dan berlemah lembut kepada sesama Muslim.
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar”. (Q.S Al Fath : 29)
“Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (Q.S Al Maidah : 54)
Semasa kepemimpinan G.W Bush, perang melawan teroris itu di gembor-gemborkan dimana-mana, hingga Indonesia sendiri membuat UU terorisme. Umat Islam kena getah dan dampaknya. Permusuhan terhadap Islam terjadi dimana-mana, penghinaan Rasul meluap. Perang melawan teroris akhirnya berubah menjadi perang agama, dengan perkataan tegasnya G.W Bush yang mengancam dunia dengan mengatakan “Anda Bersama kami atau bersama mereka (orang Islam)?” Permusuhan Islam dan Amerika cs pun semakin memanas. Kebijakan-kebijakan Bush yang sangat merugikan itu telah membuat dunia Islam berang dan menggemborkan api perang melawan Amerika. Sosok Bush ini bak seorang Hitler yang hanya mementingkan kepentingannya sendiri. Dia akan menyerang siapa saja yang menentangnya, atau sering dia bilang “Pre-empative”. Cara itu dinilai benar dan sah. Dia akan menyerang pihak yang menentang kebijakannya sebelum ancaman itu menjadi besar, maka ia akan membasminya terlebih dahulu.
Lepaslah masa jabatan Bush dengan meninggalkan berjuta dendam dan duka di hati umat Islam. Seorang Amerika berdarah Kenya pun muncul sebagai pengganti, dialah Barack Hussein Obama. Dari namanya, Obama seperti seorang Muslim dengan adanya kata Hussein. Hussein itu diambil dari nama Ayah kandungnya yang memang seorang Muslim taat di Kenya. Tapi Obama adalah seorang Katolik yang taat. Obama juga pernah tinggal di Indonesia, karena Ibunya menikah lagi dengan orang Indonesia bernama Soetoro. Selama 4 tahun, masa kecil Obama dihabiskan disini.
Obama menang mutlak pada pemilu Amerika kemarin, mengalahkan saingan-saingannya. Salah satunya adalah Hillary Clinton, istri mantan presiden Amerika ke 42 Bill Clinton. Pada tanggal 29 Februri 2009, Obama resmi menjabat Presiden Amerika yang ke sebagai pengganti G.W Bush. Dunia pun bersorak, pasalnya dialah kulit hitam pertama yang menjadi presiden di Amerika. Indonesia kegirangan, karena obama pernah sekoah SD disini. Obama juga dbangga-banggakan oleh para calon pemimpin di Indonesia dan dijadikan contoh tokoh politik yang baik.
Dunia berharap Obama dapat membawa perubahan dunia. Mengakhiri perang yang selama ini disebabkan oleh ketegangan antara Amerika dan dunia Islam. Obama diharapkan merubah kebijakan-kebijakan Bush yang merugikan umat Islam. Akhirnya, dia mengadakan kunjungan ke negara-negara Islam di Timur Tengah untuk merumuskan perdamaian Timur Tengah dan memperbaiki hubungan antara Amerika dan dunia Islam.
4 Juni 2009 kemarin, Obama berpidato di Universitas Kairo Mesir dalam acara kunjungannya ke beberapa Negara di Timur Tengah dalam rangka dengan maksud untuk memperbaiki hubungan AS dengan dunia Islam. Dalam pidato tersebut Obama mengucapkan salam dan mengutip beberapa ayat Al Qur’an. Applause meriah pun tak henti-henti diberikan kepadanya. Banyak pihak menanggapinya positif dan mengaharapkan tindakan nyatanya. Di Indonesia sendiri sebuah organisasi Islam terbesar menaruh harapan besar pada Obama atas pidatonya itu.
Berikut ayat-ayat Al Qur’an yang dikutip Obama dalam pidatonya,
Pertama,
“Ingatlah kepada Allah /berserahlah dan bicaralah selalu tentang kebenaran.”
Banyak media mengatakan bahwa kalimat itu kemungkinan berasal dari surat Al Ankabut tanpa menyebutkan ayat yang tepatnya, hanya ada kata “kemungkinan kalimat tersebut terdapat pada salah satu ayat pada surat Al Ankabut”. Setelah saya baca surat Al Ankabut, tidak ada arti dari satu ayat pun yang berisi tentang kalimat itu. Hanya saja ada yang mendekati. Di Surat Al Ankabut ayat 45, Alloh berfirman tentang keutamaan shalat. Shalat di sana ditulis dalam kata “mengingat Alloh”. Dan kata “berserahlah kepada Alloh” sendiri tidak ada dalam salah satu ayat dalam surat Al Ankabut. Maka Al Ankabut ayat berapakah yang dimaksud oleh media dengan mengatakan “kemungkinan ada pada salah satu ayat dalam surat Al Ankabut”?
Bicara soal “kebenaran” yang dikatakan Obama dalam pidato tersebut, rasanya perlu dikaji lebih dalam. Sebenarnya siapa yang berada di jalan kebenaran dan siapa yang selalu berkata tentang kebenaran. Jika selama ini Amerikalah yang selalu membuat propaganda disana-sini, membuat isu nuklir di Irak tapi pada kenyataannya senjata pemusnah masal tersebut tidak ada. Melarang penggunaan nuklir bagi negara lain, sedangkan Amerika sendiri membuatnya. Terbongkarnya gudang pengembangan nuklir Israel, Senjata pemusnah massal terbaru buatan Amerika yang digunakan dalam pembantaian rakyat Palestina beberapa waktu lalu. Siapakah kini yang selalu bicara tentang kebohongan?
Kedua,
“Kitab Suci Alquran mengajarkan kepada kita bahwa barang siapa membunuh seseorang yang tak berdosa, maka seakan-akan ia telah membunuh semua manusia; dan Kitab Suci Alquran juga mengajarkan barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan ia telah memelihara kehidupan semua manusia,”
Kutipan tersebut adalah dari surat Al Maidah ayat 32,
“Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israel, bahwa: barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi”. (Q.S Al Maidah : 32)
Pada awal ayat tersebut dijelaskan bahwa Alloh telah menetapkan suatu hukum kepada orang-orang Israel, bahwa siapa yang membunuh seseorang yang tak berdosa, maka ia seolah telah membunuh manusia seluruhnya. Dan siapa saja yang menyelamatkan manusia, maka seolah ia telah menyelamatkan manusia seluruhnya. Jelas sekali bahwa ayat itu Alloh tujukan untuk orang-orang Israel dan sekutunya. Tapi pada kesempatan itu Obama menujukan ayat itu kepada orang-orang Islam yang berjuang dijalan Alloh dengan cara Jihad Fie Sabilillah (mujahidin) untuk menegakan Kalimat Alloh. Adakah disini sebuah pemutarbalikan ayat?
Sebenarnya siapa yang memulai perang ini? Bukankah sudah hampir seabad Palestina dijajah dengan seribu macam kekejaman oleh Zionis Israel dengan perlengkapan senjata yang seluruhnya dari Amerika? Bukankah Irak hancur oleh Amerika hanya karena isu senjata pemusnah massal? Bukankah kita di Indonesia sedari dulu ada dibawah kebijakan-kebijakan merugikan Amerika? Sekarang mari kita renungkan, siapakah sebenarnya yang memulai perang ini? Adakah dahulu umat Islam menjajah suatu bangsa dengaan cara seperti yang dilakukan oleh Amerika dan Israel? Seharusnya Amerika dan sekutunya bertanya kepada dirinya sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan itu.
Diujung ayat Alloh mempertegas bahwa orang-orang Yahudilah yang selalu berbuat kerusakan, kebohongan, teror dan propaganda di muka bumi ini.
Ketiga,
“Kitab Suci Alquran mengatakan kepada kita, Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal,”
Kutipan tersebut adalah dari surat Al Hujurat ayat 13,
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Q.S Al Hujurat : 13)
Ayat itu dikutip Obama sebagai penutup pidatonya. Ia juga mengutip ayat-ayat yang berisi tentang persaudaraan dan perdamaian dari kitab Injil dan Talmud. Demi kepentingan dia membawa ayat-ayat Al Qur’an dan hanya mengutip ayat-ayat yang mendukung kepentingannya saja, selebihnya dia membuang. Anehnya, banyak Muslim di dunia berharap perubahan yang dibawa Obama itu adalah muka baru Amerika, yang menunjukkan bahwa Amerika bukanlah musuh yang harus di hancurkan, tetapi kawan yang harus dirangkul. Banyak muslim yang berharap pada janji-janji para pemimpin orang-orang kafir ini, dan banyak dari mereka yang tertipu mentah-mentah tapi tetap saja menggandeng negara adidaya ini. Sedangkan Alloh berfirman:
“Jika mereka merusak sumpah (janji) nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar supaya mereka berhenti”. (Q.S At Taubah :12)
Obama dan Israel
Sebagaimana telah diketahui masyarakat awam, Barack Obama yang lahir di Hawai, 4 Agustus 1961 ini memiliki orang tua negro muslim, yakni ayahnya, Husein, yang menjadi nama tengahnya. Selain itu, ayah tiri Obama pun adalah seorang muslim, meskipun bukan muslim yang taat bahkan tidak menganggap agama sebagai hal serius. Namun dari hal inilah, banyak kaum muslimin tertipu dan menganggap Barack Obama juga seorang muslim dan mendukungnya. Padahal dia adalah penganut Protestan yang taat dan aktif di gereja.
Demi mencapai pucuk kepemimpinan di Amerika, Barack Obama pun mengumbar janji dan komitmen untuk mendukung habis-habisan yahudi zionis Israel dan berjanji pula untuk menghabisi mujahidin, terutama di Iraq dan Afghanistan. Ini memang harga tiket untuk masuk ke gedung putih. “Saya memiliki komitmen yang jelas dan kuat atas keamanan Israel sekutu terkuat kita di wilayah itu dan satu-satunya wilayah itu negara dengan demokrasi yang mapan. Dan itu akan menjadi titik awal saya”, ungkap Obama sebagaimana dikutip oleh New York Sun Editorial.
Obama juga berjanji kepada Dewan Demokrasi Yahudi Nasional (The National Jewish Democratic Council-NJDC) pada Februari 2007 sebelum dia menjadi presiden AS. Berikut janjinya :
“Jika saya menjadi presiden Amerika, maka negara ini harus bahu membahu dengan Israel. Mereka yang telah bekerja dengan saya di Chicago pada Dewan dan sekarang ada di Senat AS akan menyaksikan bahwa saya bukan Cuma omong besar. Saya akan melakukan apapun jika menyangkut keamanan Israel.”
“Saya berjanji kepada Anda bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa dalam kepasitas apapun untuk tidak hanya menjamin keamanan Israel tapi juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu.” Demikian ungkapan hati Obama dalam sebuah acara yang disponsori oleh Kedutaan Besar Israel di Washington untuk menghormati hari jadi Israel yang ke-60.
Sikap Obama kepada kaum Muslimin juga sudah sangat jelas, sebagaimana ungkapannya kepada Hamas :
“Saya sudah mengatakan, mereka adalah organisasi teroris, yang tak boleh diajak negoisasi kecuali jika mereka mengakui Israel, meninggalkan kekerasan, dan kecuali mereka mau diam oleh perjanjian sebelumnya antara Palestina dan Israel.”
Dalam konferensi tahunan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) yang merupakan tempat pertemuan tokoh politik dan bisnis pro Israel, Obama menegaskan dukungannya terhadap Israel, menempatkan Israel sebagai sekutu utama AS di Timur Tengah, seraya meminta AS meningkatkan bantuan militernya pada negara zionis tersebut. “Jerusalem harus tetap menjadi ibukota Israel dan harus tetap tak dibagi.”, ujarnya sebagai sebuah bentuk komitmen yang kokoh.
Pidato Barack Obama yang ‘menjilat’ pembesar-pembesar yahudi Israel ini bisa kita saksikan dalam layanan situs You Tube. Sepanjang pidato tersebut, beberapa kali Obama mendapatkan standing applaus sebagai rasa puas komunitas yahudi Israel akan komitmen Obama pada mereka. Barack Obama juga menjanjikan dana 30 Milliar dollar Amerika untuk keamanan Israel.
Keberpihakan Obama kepada zionis Israel semakin nampak sejak ia menjadi anggota senat di Washington pada 2002. Salah satu penyandang dana yang mendukungnya, Penny Pritzker, adalah pentolan zionis yang menguasai rantai hotel Hyatt di seluruh dunia. Sejak itu pula, ia menunjuk sejumlah penasehat yang dikenal pro Israel. Di senat ia kerapkali mendukung sejumlah keputusan yang menguntungkan Israel.
Kepada seluruh umat Islam, sudah kita ketahui semuanya tentang siapa Obama dan seperti apa kedekatannya dengan Israel sebagai musuh terbesar umat Islam. Maka sudah seharusnyalah kita melepas segela bentuk pengharapan pada pemimpin orang-orang kafir (non-muslim) ini. Kita sudah melupakan perjuangan saudara kita di Palestina, Irak Afghanistan, Pakistan, Somalia, Filipina dan lainnya. Merekalah yang seharusnya kita dukung dan kita bela karena merekalah yang saat ini tengah memperjuangkan tegaknya Kalimat Alloh di muka bumi ini sebagai implementasi dari kewajiban yang Alloh berikan kepada kita dalam surat At Taubah ayat 33 dan Al Fath ayat 28,
“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai”.
Bukannya malah membela dan berharap kepada orang yang jelas-jelas telah dan akan selalu berusaha untuk mengahancurkan Islam.
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (Q.S Al Baqarah : 120)
Wallohua’alam bis showab




























Jayadi Gusti said
Al-Qur-an memang telah Allah jadikan mudah (li dzikri, artinya untuk peringatan, atau bagi Obama dkk. artinya untuk disebutkan). Tetapi kadang kita lupa bahwa Allah juga memasukkan Al-Qur-an itu ke dalam hati. Jadi, mudahnya Al-Qur-an itu akan membawa kepada pemahaman yang lurus, manakala hati tempat menyimpannya juga lurus. Bagaimana dengan kita? Bagaimana dengan Obama? Bagaimana dengan para hadirin di Kairo itu?