GOLPUT TETAP SEBAGAI PEMENANG….
Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on July 28, 2009
Total DPT 176.367.056
MEGA-PRO = 32,548,105
SBY – BOEDIONO = 73,874,562
JK-WIN = 15,081,814 +
= 124.504.481
DPT – Total Pencontreng = Golput dll
176.367.056 – 124.504.481 = 51.862.575
MEGA + JK = tidak memilih SBY
32,548,105 + 15,081,814 = 47.629.919
Tidak memilih SBY + Golput dll =
47.629.919 + 51.862.575 = 99.492.494
Jadi Total DPT yang tidak memilih SBY = 99.492.494
Sedangkan total suara pemilih SBY (pemenang) hanya 73.874.562
Kita semua tahu bahwa pemenang dalam demokrasi adalah suara mayoritas. Siapa yang mengantongi suara terbanyak, maka dialah pemenang. Bagaimanapun kondisi pemenang itu.
Dalam sebuah Negara demokrasi, semua urusan pasti di selesaikan dengan cara itung-itungan suara (voting). Sudah menjadi hal yang pantas, namanya juga Negara demokrasi..yaa harus demokratis lah…
Bahkan sampai pada penentuan pemimpin Negara pun dilakukan dengan cara itung-itungan. Negara yang seharusnya di urus oleh seorang pemimpin yang benar-benar mempunyai kompetensi tinggi dalam semua hal serta harus di uji pula seperti apa kepribadian dan idealisme yang di usungnya. Seolah itu tidak menjadi soal. Seperti apapun calonnya yang penting dia memenuhi persyaratan seorang calon pemimpin menurut KPU, maka dia berhak mencalonkan diri sebagai pemimpin. Dan dia berhak mencari dukungan sebanyak-banyaknya dari rakyat dengan cara apapun. Maka munculah istilah kampanye, dimana setiap calon pemimpin akan menjadi sombong. Mereka mengatakan bahwa mereka lah pembela rakyat, merekalah seorang calon pemimpin yang santun dan berbudi serta taat beribadah dan lain sebagainya.
Proses itung-itungan pun berjalan. Seluruh masyarakat yang sudah berhak memilih di data agar dapat menggunakan hak pilihnya pada para calon pemimpin yang sombong-sombong itu. Semua kalangan berhak memilih, dari mulai penjudi, pelacur, pencuri, ulama, dll. Semua di sederajatkan.
Seperti inilah proses itung-itungan yang digunakan dalam demokrasi untuk menentukan siapa yang berhak memimpin bangsanya. Siapa yang mendapat suara terbanyak, maka dia keluar sebagai pemenang. Tapi pada kenyataannya, justru suara terbanyak itu tidak ditujukan bukan kepada salah satu calon pemimpin tersebut, tetapi suara terbanyak itu adalah “GOLPUT”. Maka tidak ada satupun calon pemimpin yang keluar sebagai pemenang. Mari kita buktikan…..
Total DPT 176.367.056
MEGA-PRO = 32,548,105
SBY – BOEDIONO = 73,874,562
JK-WIN = 15,081,814 +
= 124.504.481
DPT – Total Pencontreng = Golput dll
176.367.056 – 124.504.481 = 51.862.575
MEGA + JK = tidak memilih SBY
32,548,105 + 15,081,814 = 47.629.919
Tidak memilih SBY + Golput dll =
47.629.919 + 51.862.575 = 99.492.494
Jadi Total DPT yang tidak memilih SBY = 99.492.494
Sedangkan total suara pemilih SBY (pemenang) hanya 73.874.562
Sekali lagi benarkah SBY menang?
Apakah kebanyakan rakyat Indonesia memilih SBY sebagai presiden?
Maka jelaslah bahwa demokrasi bukanlah system yang baik untuk mengatur sebuah Negara.
Semoga hati kita semakin terbuka untuk menolak system yang rusak ini…
Wallohualambisshowab….




























Jayadi Gusti said
Jadi siapa yang layak memimpin dari pihak golput ya …
Blog Untuk Pemula said
haha…ironis sekali…ini membuktikan bahwa pilihannya ga ada yang cukup bagus…