Home > Journally > Sikap Umat Islam Terhadap Keberadaan Umat Yahudi Di Indonesia

Sikap Umat Islam Terhadap Keberadaan Umat Yahudi Di Indonesia

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang musyrik.”(QS Al-Maidah: 82)

Kaum Muslimin Indonesia kini harus lebih waspada akan serangan-serangan dari musuh besar umat Islam, Yahudi. Kaum yang bertahun-tahun menjadi sumber penderitaan dan merampas hak-hak saudara-saudara kita di Palestina kini semakin berani menunjukkan eksistensinya di negeri ini.

Lama dikenal sebagai daerah yang banyak dihuni penganut dan misionaris Kristen, Manado kini semakin banyak menampakkan identitas Yahudi. Dengan restu dari pemerintah daerah setempat, orang-orang keturunan Yahudi Belanda membuat ruang bagi komunitas mereka di kawasan itu.

Sebuah Menorah raksasa berukuran 62 kaki yang katanya itu adalah Menorah terbesar di dunia telah dibangun di puncak dataran tinggi pinggiran kota Manado.  Menorah adalah salah satu lambang suci peribadatan Yahudi. Menorah yang dibangun dari kas APBD ini adalah Menorah pertama dan satu-satunya di Indonesia.

 

Menorah Tertinggi di Dunia terletak di Manado

Bendera-bendera Israel terlihat di pelataran ojek dekat tugu menorah raksasa. Salah satunya terletak di dekat sebuah sinagog yang dibangun sekitar enam tahun lalu. Langit-langit menorah tersebut berbentuk Bintang Daud (David Star) yang sangat besar. Semua fasilitas itu dibiayai oleh kas pemerintah daerah setempat. Aneh ya, padahal tidak ada agama yahudi dalam Undang-undang kita saat ini.

 

sinagog manado

Sinagog yang lebih dulu dikenal di Indonesia adalah sebuah sinagog peninggalan Belanda di Surabaya. Lokasinya di Jl. Kayun nomor 4-6, Surabaya, luasnya sekitar 2,000 meter persegi.

 

Sinagog Peninggalan Belanda di Surabaya

Salah satu interior Sinagog Surabaya

Akhir-akhir ini pemberitaan mengenai warga Yahudi kembali diangkat. Khususnya warga Yahudi di Manado yang telah membangun Menorah terbesar di dunia itu. Warga Yahudi Manado yang dipimpin oleh Rabbi Yaakov Baruch inginkan agama mereka diresmikan. Karena menurut mereka sewaktu zaman Kolonial Belanda, Yahudi adalah salah satu agama yang resmi di Indonesia. Selama ini mereka mencantumkan nama agama lain dalam KTPnya. Mereka juga meminjam prosesi agama lain dalam pernikahan mereka.

Mereka menargetkan Lobi Israel di 33 Provinsi. Hal ini disampaikan oleh salah satu tokoh Yahudi di Indonesia direktur eksekutif Indonesia-Israel Public Affairs Committee (IIPAC), Benjamin Ketang.

 

iipac

“Ini seperti lembaga lobi. Kami murni di bisnis. Terutama yang langsung bersinggungan dengan rakyat,” kata Benjamin kepada jpnn.com. IIPAC adalah lembaga yang didirikan pada 2002. Lembaga tersebut berkantor di Jember, Jawa Timur. Komite itu bertujuan menggalang kerja sama antara pemerintah Israel dan Indonesia. Selain itu, menghubungkan Indonesia dengan investor Yahudi meski bukan dari negara Israel.

Keberadaan orang-orang Yahudi di Indonesia ini jelas bukan tanpa tujuan. Mereka telah melakukan sepak terjangnya sejak lama, semenjak dari zaman kolonial Belanda dulu.

Satu dari sekian lini yang dibangun oleh Yahudi adalah Freemasonry, yang merupakan gerakan rahasia terbesar, dan boleh jadi tertua di dunia. Freemasonry berpengaruh di seluruh pusat kekuasaan, lebih-lebih Amerika. Bahkan, gerakan ini pada masanya pernah berkiprah dan menjalankan agenda-agendanya di Indonesia. Sampai sekarang hal itu masih terus berlangsung. Mungkin hingga Hari Kiamat nanti.

 

Freemasonry

 

freemasonry-star

Dikarenakan akar pergerakan Yahudi ini cukup kuat, maka sulit untuk mendeteksi dan melacak mereka. Mereka bergerak dibawah organisasi-organisasi sosial atau kemanusiaan, namun tujuan mereka amatlah hina, yaitu untuk merusak moral bangsa ini. Mereka masuk kedalam pemerintahan dan mempengaruhi kebijakan-kebijakan pemerintah untuk kepentingan mereka.

Namun sejumlah akifis Islam yang gigih terus berjuang untuk memastikan esksistensi dan manuver mereka di Indonesia ini. Hasilnya sangat memuaskan. Beberapa penulis Muslim seperti Herry Nurdin dalam bukunya “JEJAK FREEMASON DI INDONESIA”, Ridwan Saidi & Rizki Ridyasmara dalam “Fakta Dan Data Yahudi Di Indonesia” telah merangkum sejarah dan gerakan-gerakan mereka, sehingga kabut tebal yang menutupi keberadaan dan gerakan-gerakan orang-orang Yahudi ini semakin hari semakin terbuka lebar.

Sikap Kaum Muslimin

TAWHEED

Berdasarkan salah satu ayat Al Quran yang saya cantumkan diawal tulisan, sudah sepantasnyalah kita sebagai kaum Muslimin untuk segera membuka mata dan mewaspadai gerak-gerik Musuh yang kini tengah mengawasi dan menyerang kita dari semua lini.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa orang Yahudi adalah kaum yang paling keras memusuhi umat Islam, dan mereka tidak akan pernah berhenti memerangi kita sampai kita mengikuti mereka. Dalam ayat lain Alloh SWT menjelaskan hal tersebut.

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”Q.S Al Baqoroh : 120

Dan berikut beberapa ayat dan hadist tentang sifat orang-orang Yahudi dan sikap yang harus kita ambil untuk menghadapinya.

“Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina).” (QS. Al-Nisa’: 156)

“Maka disebabkan kedzaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.” (QS. Al-Nisa’: 160-161)

“Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: “Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merobah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: “Jika diberikan ini (yang sudah dirubah-rubah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah” Barang siapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatu pun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak menyucikan hati mereka. Mereka memperoleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka memperoleh siksaan yang besar. Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong dan banyak memakan yang haram.” (QS. Al-Maidah: 41-42)

“Dan bagaimanakah mereka mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal mereka mempunyai Taurat yang di dalamnya (ada) hukum Allah, kemudian mereka berpaling sesudah itu (dari putusanmu)? Dan mereka sungguh-sungguh bukan orang yang beriman. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Maidah: 43-44)

“Dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka.” (QS. Al-Maidah: 64)

“Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (QS. Al-Maidah: 78-79)

“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Maidah: 80-81)

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.” (QS. Ali Imran: 100)

“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 146)

“Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum di antara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran). Hal itu adalah karena mereka mengaku: “Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung”. Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan. Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya. Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan).” (QS. Ali Imran: 23-25)

“Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: “Masuklah kamu ke negeri ini (Baitulmaqdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak di mana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa”, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik”. Lalu orang-orang yang dzalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang dzalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik.” (QS. Al-Baqarah: 58-59)

“Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.” (QS. Al-Baqarah: 61)

“Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga. Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 78-79)

“Semoga Allah melaknat Yahudi, telah diharamkan lemak hewan atas mereka namun mereka mempolesnya lalu menjualnya.” (Muttafaq ‘alaih)

“Laknat Allah turun atas orang Yahudi dan Nashrani, mereka telah menjadikan kuburan para nabi sebagai masjid.” Beliau sangat-sangat memperingatkan umatnya atas perilaku mereka.” (Muttafaq ‘alaih)

“Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin memerangi bangsa Yahudi, hingga kaum muslimin membunuhi Yahudi. Sampai-sampai orang Yahudi berlindung di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon tadi akan berbicara; ‘Wahai orang Islam, hai hamba Allah! di belakangku ada orang-orang Yahudi, kemarilah, bunuhlah dia,’ kecuali pohon Gharqad, sebab ia itu sungguh pohonnya Yahudi.” (HR. Ahmad)

Ibnu Mardawaih meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Tidaklah sekali-kali orang Yahudi bertemu dengan orang Islam di tempat yang sunyi, kecuali pasti ingin membunuhnya.”
“Dajjal akan diikuti oleh orang-orang Yahudi Ashbahan (sebuah kota di Iran) sebanyak 70 ribu yang memakai pakaian thayalisah (sejenis kain yang dipakai di pundak, ujungnya dari sutera).” (HR. Muslim)

Kesimpulannya adalah Wajib Hukumnya Untuk mencurigai dan memusuhi Yahudi

Wallohualam bisshowab.

Categories: Journally
  1. November 2, 2011 at 5:44 pm | #1

    hidup damai dg siapapun dan tdk saling curiga dg siapapun lebih mulia drpd hrs khawatir dg pemeluk agama lain. Damailah indonesiaku, damailah negeriku BHINNEKA TUNGGAL IKA tetap jaya.

  2. December 12, 2011 at 5:23 pm | #2

    hey braaam….tutp mulut mu tidak damai selama kaum munafik laknatullah yahudi masih bernafas di bumi ini……..”Shallahu ala Muhammad”

  3. December 12, 2011 at 5:25 pm | #3

    hey braaam….tutup mulutmu, tidak akan ada

    itsmefadeel :
    hey braaam….tutup mulutmu tidak akan ada damai selama kaum munafik laknatullah yahudi, masih bernafas di bumi ini……..”Shallahu ala Muhammad”

    damai selama kaum munafik laknatullah yahudi masih bernafas di bumi ini……..”Shallahu ala Muhammad”

  1. October 18, 2011 at 11:47 pm | #1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,810 other followers