Archive
74 MP3 KAJIAN TAUHID BERSAMA USTADZ AMAN ABDURRAHMAN
Klik to download..
1. Muqodimah
2. Thogut 1
3. Thogut 2
4. Thogut 3
5. Anshorut (Penolong/Pembantu) Thogut 1
6. Anshorut (Penolong/Pembantu) Thogut 2
7. Pekerjaan Thogut 1
8. Pekerjaan Thogut 2
9. Subhat Pembela Thogut 1
10. Subhat Pembela Thogut 2
11. Demokrasi 1
12. Demokrasi 2
13. Sisi-sisi kekafiran Demokrasi 1
14. Sisi-sisi kekafiran Demokrasi 2
15. Hakikat Islam dan Syirik 1
16. Hakikat Islam dan Syirik 2
17. Hakikat Islam dan Syirik 3
Yang Tegar di Jalan Jihad
Yang Tegar di Jalan Jihad
Syaikh Yusuf Al Uyairi
Muqodimah
Segala puji bagi Alloh, Dzat Yang telah mensyariatkan ajaran yang lurus bagi kita semua serta menunjukkan kepada kita jalan yang lurus. Semoga sholawat dan salam tercurah selalu kepada pengajar seluruh makhluk, kepada ciptaan Alloh yang terbaik, pemuka Bani Adam, Muhammad bin Abdulloh, semoga sholawat terbaik dan salam paling sempurna tercurahkan selalu kepada beliau, kepada keluarga serta para shahabat beliau seluruhnya.
Wa ba‘du…
Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap jalan perjuangan itu ada perkara-perkara baku yang tak bisa dilanggar serta ada hal-hal yang bersifat elastis, bisa berubah-ubah sesuai kondisi. Perkara yang baku tidak boleh berubah ataupun terganggu dengan berubahnya zaman, tempat atau tokoh. Rasa mantab dan yakin terhadap perkara baku ini karena kebakuannya disandarkan kepada nash-nash yang kokoh dan pengetahuan yang absolut sehingga tidak mungkin ia akan terganti atau berubah. Perkara-perkara prinsip ini tak ubahnya gunung yang menjulang, memiliki mercusuarmercusuar yang sangat terang sehingga setiap orang yang menempuh jalan bisa menja-dikannya sebagai lentera petunjuk. Sebaliknya dengan perkara-perkara yang elastis, ia adalah perkara bersifat kasuistik yang muncul di antara perkara-perkara baku, hal-hal elastis ini hanya bersifat cabang, bukan prinsip, ia bisa berubah-ubah sesuai perubahan zaman, tempat dan generasi. Hal-hal yang elastic ini memiliki kaidah-kaidah syar`i bersifat umum di mana perinciannya disesu-aikan mengikuti ilmu-ilmu pengantar yang ditetapkan para mujtahid dengan tetap berlandaskan dalil-dalil syar‘i, perkara ini bisa didiskusikan dan didialogkan. Read more…
Thoifah Al Mansuroh (Syaikh Abu Qotadah AL Filisthini)
Mukadimah
Segala puji bagi Allah. Kami memuji, meminta pertolongan, dan memohon pertolongan kepada-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri-diri kami dan keburukan amal-amal kami. Barangsiapa yang diberinya petunjuk, maka tidak akan ada yang menyesatkan bagi dirinya; dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang menunjukinya.
Saya bersaksi bahwa tidak ada Ilah -yang berhak diibadahi- selain Allah, tidak sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.
Shalawat dan salam semoga senantiasa ditujukan kepadanya.
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu, yang telah menciptaan kamu dari jiwa yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah, yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu ama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (An-Nisâ’: 1) Read more…
SIFAT SHOLAT NABI (Muhammad Nashiruddin Al-Alban
LATAR BELAKANG PENULISAN
Saya tidak pernah menemukan kitab yang membahas seluruh tema ini. Karena itu saya berkewajiban untuk menyusun sebuah buku yang mencakup semua yang berkaitan dengan sifat shalat Nabi SAW sejak dari takbir hingga salam untuk ikhwan-ikhwan umat Islam yang selalu berkeinginan meneladaini petunjuk Nabinya dalam beribadah. Sehingga mempermudah mereka melaksanakan perintah Rasulullah SAW sebagaimana yang disabdakan ”Sholatlah sebagaimana kalian melihat aku melakukan shalat”
Atas dasar inilah, saya berusaha keras menelusuri hadits-hadits yang berkaitan dengan tujuan ini di berbagai kitab hadits, yang diantarnya adalah buku yang sedang di tangan anda ini.
Dalam penulisan buku ini saya telah menetapkan sebuah aturan agar tidak menggunakan hadits- hadits Nabi sebagai dalil kecuali yang sanadnya kuat, sesuai dengan kaidah dan prinsip-prinsip ilmu hadits. Disamping itu saya juga mencapakkan setiap hadits majhul atau dhaif berkenaan dengan tata cara shalat, zikir, keutamaan-keutamaan dan lain sebagainya. Karena saya yakin bahwa setiap hadits yang kuat sudah cukup dari pada yang dhaif karena yang dhaif itu tidak ada gunanya – tanpa ada perselisihan diatara ahli hadits kecuali hanya prasangka. Sedangkan keyakinan yang bersumber dari prasangka adalah sebagaimana halnya firman Alloh dalam Qur’an surat an-Najm ayat 28 :
”Persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran.” Juga Rasulullah SAW bersabda
”Janganlah sekali-kali berprasangka karena persangkaan itu adalah perkataan yang paling dusta” (HR. Bukhari dan Muslim). Read more…









comments