ally muhammad

You can destroy my body, But you can’t destroy my souls

Archive for the ‘Karya Penggugah jiwa darimu Bunda’ Category

Pertemuan

Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on May 11, 2009

Ku tabur pagi dengan semangat

Kukuhkan embun dalam penat sesaat

Dalam erat jeratan kasih mentari

Ku kokohkan cinta hari ini

Tak perlu lagi ada tanya

Tak usah ragu mengelu mesra

Biarlah pertemuan itu mengusap segalanya

Telah ku hadirkan drama besar kehidupan mencengangkan

Untuk pertama kalinya

Injakan asing di pelatar gubuk tua

Serta berbaring terlelap di dalamnya

Disampingnya kau menemani

Lalu terjaga oleh mentari baru dari ufuk timur tasikmalaya

Rumah mu jua….

Tasikmalaya, May 10 09

Posted in Karya Penggugah jiwa darimu Bunda, puisi | Leave a Comment »

Rinduku

Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on March 12, 2009

Rinduku kini menghujam
Membelah dada mengiris-iris ingatan
Aku larut dalam bayangmu tak terpatahkan
Dengarlah kau disana….aku rindu..

Sepucuk kertas ku tulis-tuliskan saru persatu penyesalan
Pembangkangmu yang kini hidup dalam terpaan sesal tak terbayang

Meski purnama itu bulat jelas terang menyinari
Aku terlelap jauh dalam kenyerian hati
Ingin kau kembali dan duduk di kursi itu lalu ku ulangi caraku memijit
Kan ku lantunkan dendang ayat-ayat suci hingga kau liat manisnya senyum cucu hingga cicit
Namun kenapa harus begitu cepat
Kenapa harus begitu tepat kau berangkat saat ku jauh dan tak sempat untuk membaluti kafanmu saja
Jumat 11:30 itu ku taruh kecup terakhir diatas senyuman abadi yang hilang terjajah tanah
Dan kini hanya rindu tetap terasah dibawah purnama cerah
Dan kecupan diatas nisan tanpa nama hanya kamboja

Tasik031309/fri00:33am

Posted in Karya Penggugah jiwa darimu Bunda | Leave a Comment »

Untuk Abi

Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on February 23, 2009

Sepi ku lihat kamarmu kini

Tak ada lagi tangan yang sibuk menarikan pena di meja itu

Tak ada lagi seseorang yang marah kala ku mengaduh di sebelah

Kini kau pulas dalam keabadian

Membaca tulisanmu dalam pembaringan beralas tanah

Abi..kini kau di barzah….

Burung, ikan dan ayam kau tinggalkan disini

Penghiburmu kala pagi

Mereka kini menggumam, siapakah yang kan memberi makan

Sejuta umat gundah, merindu seruan keras suaramu kala berdakwah

Siapa yang kan memapah meniti jalanNya, sedang kaulah pewarisnya

Abi..dengarlah..

Mungkin itulah suara-suara yang ku dengar kini

Akulah yang seharusnya berdiri sebagai pengganti

Namun apalah daya, aku hanya seorang fakir ilmu tanpamu

Maafkan jika memang tak ada lagi pengganti sepertimu

Biarlah hanya sebagai penerus cita-cita perjuangan

Tak untuk mengganti kepribadian

Biarlah hanya dirimu seorang…

Abi…

Semalam amanatmu telah disampaikan

Di depan raut cemas muka orang-orang

Telah kami angkat dan bai’at dirinya sebagai pengganti posisi bukan pengganti dirimu

Semoga malaikat tau, bahwa tongkat estafet ini tak terlepas setelah nyawa kau hempas

Masih ada pejuang-pejuang hebat disini yang tegas melanjutkan laju perjuangan hingga finish

Tasik022409/tues01:26am

Posted in Karya Penggugah jiwa darimu Bunda | 2 Comments »

umi kini sendiri

Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on February 22, 2009

Abi..

Umi kini sendiri, dibalik raut ayu yang mulai mengerut

Umi kini sendiri, dalam peluk sepi dan kesunyian

Hanya angin kesendirian kini menemani

Beserta kami, anak yang mulai tau diri setelah semua terjadi

Maafkan jika tak seperti apa yang kau beri

Abi…

Jika memang kepergianmu menuju tempat terindah nan abadi

Aku ingin jika nanti umi pun pergi, sambutlah ia kembali

Raihlah kuncup-kuncup kebahagiaan abadi berdua

Seperti waktu dulu saat kau masih ada

tasik022309

Posted in Karya Penggugah jiwa darimu Bunda | Leave a Comment »

Untuk Abi (raut senyum abadi)

Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on February 22, 2009

waktu memang tak lama mengakrabkanku denganmu

namun segala coretan yang tertoreh adalah dari dan untukmu

hanya ku tulis aku, kau dan segenap senyum ketir perjuanganmu

tentang kita dan semua tawa

biarlah waktu ini jauh memisahkan

maut memang kenyataan, menggelayut sebagai ancaman dan ketakutan setelahnya

selalu ada benak-benak terbuka ..abi..

untuk memaafkan, untuk mengikhlaskan segalanya

jua untuk melantunkan pesan-pesan risalah yang kau emban

tenanglah kau dalam senandung malaikat yang menyelimuti

damailah kau dalam peluk hangat cahaya di barzah kini

senyummu itu abadi ….

tasik022209

Posted in Karya Penggugah jiwa darimu Bunda | Leave a Comment »

Sesal

Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on February 22, 2009

diam, gaung dunia mengendap dalam senyap telinga

buta mataku, pandangan bisu membiru

seberapa jauh harus ku tempuh jalan ini

ketika keadaanku menyuram, penuntunku hilang

tak sempat ucap salam, talqinku terlewatkan

hanya ada mata kosong dalam pandangan hampa

airmataku seolah lelah…

kenapa aku jauh saat kau pergi

kenapa aku hilang saat kau pulang

tasik022209/sat

(Selamat Jalan Abi, Jum’at 20 Februari 2009, 05:15 am)

Posted in Karya Penggugah jiwa darimu Bunda | Leave a Comment »

misterimu

Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on December 25, 2008

Setandus apa cerita, disana cinta ku hunus supaya menyejuk

Ku tanam, ku pohon cahaya dalam hening jiwa supaya menghangat

Meski aku tak tau cara berlari sekencang mereka

Meski aku tak mampu melihat setajam mereka

Aku hanya bisa menengadah pada langit memanjat doa

Untuk memenang usaha dalam setiap helatan hayal dan nyata

Lalu sepenuh hati untuk mencintai..

Mungkin ini hanya bara harapan tak berasap

Namun selalu mendung meringis sisakan tangis

Di kedalaman lautan misterimu aku menyelam

Mengunggah sebuah kisah dari sisa-sisa sejarah yang membuatmu sedikit luka

Ini aku dengan sebongkah catatan hitam

Mencoba tulus haturkan perasaan

Meski dalam sebuah ketidaktahuan tentang satu sisi

Aku bahagia di sisi lain

Merengkuhmu dalam bayangan…

Mencintaimu dalam kenyataan…

Tasik122508/thurs10:04am

Posted in Karya Penggugah jiwa darimu Bunda | Leave a Comment »

Kasih Tanpa Henti

Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on December 22, 2008

Maafkanku ibu..

Persembahanku tak seperti yang kau mau

Namun penggalian surgaku di bawah telapak kakimu takan pernah berhenti hingga kau menjadi abadi di surgamu

Tak ingin ku melepasmu hanya dengan airmata, namun selalu ku persiapkan keranda-keranda doa jika saja aku dan dirimu terpisahkan di dunia, agar kita tak terpisah di kehidupan selanjutnya

Karena surga itu ada setelah ini semua berakhir dengan pelepasan nyawa

Seperti yang selalu kau katakan dengan keharuan dan selalu ku takutkan

“Ingatlah satu hari kala Umi tiada, siapalagi yang akan antarkan umi ke “sana” jika bukan kalian dan segenap pengadian kalian pada Diri Nya”

Pantaskah aku bahagia

Tertawa melahap kemewahan dunia

Sedang ibu tak pernah berhenti berharap pada kita, untuk hanya memperindah senyumnya dengan kebanggaan dari apa yang kita lakukan?

Dalam setiap hela nafas, lirih syahdu dan sujud khusunya,,yang hanya untuk kita,,

Ketika dunia menghargai satu hari ini untukmu,,

Memperingati dan mengucap selamat dan cinta padamu

Sedang kasihmu teralir tanpa henti

Maka akulah dunia yang kan selalu mencintaimu setiap hari, layaknya kasihmu untukku yang tak berhenti dan takan pernah terbalas,,,,

Tasik122308/tues00:27pm

Posted in Karya Penggugah jiwa darimu Bunda | Leave a Comment »

selamat hari ibu..

Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on December 22, 2008

Meski cinta ku tata pada kata

meski ragaku lemah tunjukan bangganya

namun selalu ku tau cintamu tulus untukku

selalu ku tau doamu di setiap hela nafasmu

apalah daya aku hanya seorang anak yang punya usaha

sebongkah motivasi darimu yang tak pernah mati

selalu ku tujukan setiap hari, di setiap denyut nadi

disitulah tempat dimana cinta dan banggaku akanmu

selamat hari ibu..

Tasik122208/mon21:12pm

Posted in Karya Penggugah jiwa darimu Bunda | Leave a Comment »

Abi

Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on December 12, 2008

abi

Dari sudut mesjid ku tatap

Seorang khotib jum;at kini tengah bicara hebat

Renta memang parasnya, namun masing lantang terasa suaranya

Meski serak iramanya kini jelas terasa..

Kau terlihat tua sekali…

Uban yang dulu hanya dirambut saja,,

Kini menjajah janggut,

Terlihat jelas kejantanan terenggut keriput-keriputnya

Sorban putih di pundak, serta kitab suci tak lepas kau dekap

Aku hanya menangis di sudut, lepas dari tatapan lembut

Menepis ketakutan yang bergelayut…

Sesekali batuknya terdengar, seolah dahak itu abadi di tenggorokannya

Mic itu jelas gambarkan sesak nafasnya terengah

Tak kuasa rasanya, deras semakin kucucurkan airmata

Ketika kembali dan lagi-lagi ia helakan nafas sesaknya

Aku tau ia tersiksa, batin dan raga

Ia tangguhkan sementara deritanya, demi cintanya akan dakwah

Tak lama, ia pun alunkan ayat-ayat agung

Tenang mengalun, syahdu nan merdu

Alfathihahnya sangat ku rindu, karena

Lama rasanya ku lepas dari shaaf jamaahnya

Aku rindu suara itu…aku rindu “amin” bersamanya

Pria itu kini tua renta, tak segagah dahulu

Bersama dua santrinya, ia dipapah meniti langkah satu-satu

Aku hanya terpaku,,ketika ia memanggilku

“mana pundakmu, anakku……??tuntunlah ayah pulang ke rumah…”

“kenapa g pake kursi roda saja bi..?” aku berempati

“setiap langkah untuk beribadah adalah pahala,,,biarlah ayah meraih nya meski harus tertatih dan terengah”

Subhanalloh…

Aku kalah dengan semangatnya, hingga tak terasa airmata menetesi tangannya…

Abi…

Kau adalah pahlawan sejati,,

Sedang anakmu ini hanyalah seorang lemah yang sepertinya tak mampu berbuat lebih,,

Tak kuasa meniti kerasnya jalan juang yang kau mahkotakan di jiwaku ..

Aku hanya punya semangat tuk tetap berusaha, meraihnya,,,

Tasik121208/fri17:49pm

Posted in Karya Penggugah jiwa darimu Bunda | Leave a Comment »