Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on October 2, 2009


Jika pemerintah menginjinkan Bintang Porno Asia Maria Ozawa, maka symbol diatas benar-benar akan menjadi identitas bangsa kita.
Akan Sangat ironis memang, ketika RUU Pornografi disahkan tahun lalu di tengah pro kontra jika pemerintah tidak melarang kedatang bintang porno itu. Bangsa Indonesia yang mayoritas umat Islam sudah merasa lega dengan disahkannya RUUP itu. Tetapi kenapa kali ini pemerintah kembali labil, Menkominfo malah mendukung kedatangan bintang porno yang sudah menjadi icon porno Asia itu meskipun dengan syarat asal tidak melakukan acting porno. Tetap saja bangsa ini akan tercoreng meskipun actor porno itu tidak melakukan acting porno. Bagaimana tidak, bangsa yang dikenal berpenduduk mayoritas Muslim terbanyak ini disinggahi oleh Icon porno Asia.
Presiden SBY belum berkomentar apa-apa tentang hal ini, apa dia kebingungan gara-gara dia juga suka ya? Padahal salah satu pendukung RUUP adalah Partainya sendiri dengan PKS. Mungkin benar pemerintah tidak bisa melarang jika ozawa hanya bermain film biasa saja dan tidak melakukan acting porno. Tapi lihatlah dampak ke depannya.
Bangsa ini tengah susah payah membangun reputasinya dari julukan bangsa korup, masa sekarang mau ditambah lagi dengan bangsa porno??
apakah Pemerintah tetap akan mempertegas bangunan-bangunan itu sebagai simbol porno???
Posted in pandangan | Leave a Comment »
Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on October 1, 2009
Masih belum kering lidah media tentang berita gempa tasik, kini disusul lagi oleh gempa Padang. Seolah bencana gempa menjawab tindakan pemerintah yang semakin menggencarkan aksinya tentang perang melawan teroris, yang semakin kesini perang melawan teroris itu malah dijadikan alasan untuk sweeping gerakan-gerakan Islam dan menangkap aktivis-aktivisnya. Lalu mereka mencari-cari bukti keterkaitannya para aktivis itu dengan kegiatan terorisme. Tangkap dulu, baru cari cukti. Yang ujung-ujungnya cuma kena pasal pemalsuan tanda pengenal dan Paspor. Read the rest of this entry »
Posted in pandangan | Tagged: bencana | Leave a Comment »
Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on July 28, 2009
Total DPT 176.367.056
MEGA-PRO = 32,548,105
SBY – BOEDIONO = 73,874,562
JK-WIN = 15,081,814 +
= 124.504.481
DPT – Total Pencontreng = Golput dll
176.367.056 – 124.504.481 = 51.862.575
MEGA + JK = tidak memilih SBY
32,548,105 + 15,081,814 = 47.629.919
Tidak memilih SBY + Golput dll =
47.629.919 + 51.862.575 = 99.492.494
Jadi Total DPT yang tidak memilih SBY = 99.492.494
Sedangkan total suara pemilih SBY (pemenang) hanya 73.874.562 Read the rest of this entry »
Posted in pandangan | 2 Comments »
Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on July 27, 2009
Dalam sebuah kolom pakar surat kabar Media Indonesia edisi 27 Juli 2009, Abdul Moqsith Ghazali, mengatakan bahwa ada dua jenis pesantren di Indonesia. Pertama, pesantren yang menganut Pancasila dan Demokrasi sebagai ideology final untuk mewadahi kemajemukan Indonesia. Dan yang kedua adalah pesantren yang menolak (kufur) kepada kedua ideology tersebut. Dalam tulisannya Abdul Moqsith Ghazali menekankan pemerintah untuk lebih memperhatikan perkembangan pesantren jenis kedua ini, karena dinilai dari sanalah individu-individu muslim militant dan mempunyai semangat jihad tinggi terlahir. Menurutnya Individu muslim seperti itu sangat berbahaya karena akan menggulingkan Demokrasi dan Pancasila sebagai ideology Indonesia. Read the rest of this entry »
Posted in pandangan | 3 Comments »
Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on June 10, 2009
Bismillahirrahm
anirrahim…
Islam adalah Al Qur’an dan Pancasila adalah UUD 45. Kedua ideologi ini adalah dasar hidup yang berbeda asal-usul dan tujuannya. Apa tujuan Alloh menciptakan manusia tentunya sudah sangat diketahui oleh kita semua. Dalam surat Al Mujadilah ayat 11 Alloh berfirman bahwa tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah (mengabdi, menganut faham dan ideologi) hanya kepadaNya dengan segala aturan yang telah dicatat dalam Al Qur’an. Lalu apa tujuan Soekarno membuat Pancasila tentunya juga sudah menjadi pengetahuan publik Indonesia khusunya, yaitu untuk mempersatukan kemajemukan bangsa Indonesia. Macam-macam budaya, ras dan agama dari Sabang sampai Merauke haruslah disatukan dalam sebuah ikatan agar Indonesia tidak terpecah belah. Read the rest of this entry »
Posted in pandangan | Tagged: islam dan pancasila | 4 Comments »
Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on June 3, 2009
Ibu Prita Mulyasari, seorang ib
u dua orang anak ini sudah 20 hari mendekam di sel tahanan. Pasalnya beliau adalah tersangka atas tuduhan pencemaran nama baik RS Omni Tangerang dengan e-mail beliau yang dikirim ke teman-temannya dan tulisan beliau di surat pembaca www.detik.com berisi keluhan beliau saat dirawat di RS Standar Internasional itu. Alhasil, Ibu Prita bukan mendapat balasan yang baik atas complainnya itu, beliau malah dituntut dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang. Read the rest of this entry »
Posted in pandangan | Tagged: prita mulyasari | Leave a Comment »
Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on June 1, 2009
Ide lama yang basi menyerang ideology Islam, penegakan syariah Islam, Khilafah kembali muncul. Kelompok liberal Sabtu malam (18/05 ) meluncurkan buku berjudul “Ilusi Negara Islam”: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia. Buku setebal 322 halaman yang diterbitkan atas kerja sama Gerakan Bhineka Tunggal Ika, the Wahid Institute dan Maarif Institute .
Menurut Gus Dur studi dalam buku ini dilakukan dan dipublikasikan untuk membangkitkan kesadaran seluruh komponen bangsa khususnya para elit dan media massa tentang bahaya ideologi dan paham Islam garis keras yang di bawa ke Tanah Air oleh gerakan transnasional Timur Tengah. memperjuangkannya. Read the rest of this entry »
Posted in pandangan | Leave a Comment »
Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on May 22, 2009
Sebuah Imperium Menunggu Rubuh
Oleh: Amran Nasution
Bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Amerika teramat sulit dilupakan. Betapa tidak? Dalam merintis karir militer, ia mondar-mandir menuai ilmu di negeri itu. Ia sempat dua kali mengikuti program latihan militer di Fort Benning, Georgia, di tahun 1976 dan 1982. Lalu, sekolah staf dan komando, 1991, ia tempuh di Fort Leavenworth, Kansas, tempat penggodokan para perwira yang amat bergengsi itu. Gelar S2, ia raih di universitas di sana. Tentu tak banyak perwira Indonesia yang begitu intens menimba ilmu dari negeri yang punya pemenang nobel terbanyak di dunia. Read the rest of this entry »
Posted in pandangan | Tagged: democrazy | 1 Comment »
Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on May 22, 2009
ISLAM DAN PANCASILA
Menyikapi Penolakan BEM Se-Madura Terhadap Syariat Islam
Jumat 22 Mei kemarin seluruh BEM se-Madura menggelar aksi unjuk rasa menolak penerapan Perda Syariat di empat kabupaten di Madura. Menurut mereka pemberlakukan Perda syariat Islam ini bertentangan dengan dasar negara Indonesia yaitu Pancasila. Pemberlakuan Syariat Islam juga bisa menimbulkan perpecahan dan disintegrasi bangsa. Alasan itu dikemukakan oleh Presma Sekolah Tinggi AGAMA ISLAM Negeri (STAIN) Pamekasan. “Madura bukan daerah istimewa seperti Aceh., jadi tak seharusnya meniru Aceh”, jelasnya lantang. Read the rest of this entry »
Posted in pandangan | Tagged: democrazy, islam | 4 Comments »
Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on May 22, 2009
“I love the United State, with all its faults. I consider it my second country”
(Saya mencintai Amerika dengan segala kesalahannya, saya anggap Amerika adalah negeri kedua saya)
Itulah ungkapan SBY tentang negeri keduanya Amerika pada suatu kesempatan mengunjungi Amerika di tahun 2003 sebagai Menko Polkam yang dikutip dari Al Jazerra pada tanggal 6 Juli 2004 dan kemudian menjadi bagian tulisan seorang Mantan Redaktur Majalah Gatra dan Tempo yang kini bergiat di Institute for Policy Studies (IPS) Jakarta, Amran Nasution yang berjudul “Sebuah Imperium Menunggu Rubuh”(klik untuk tulisan lengkapnya). Read the rest of this entry »
Posted in pandangan | Tagged: democrazy, SBY | Leave a Comment »