ally muhammad

You can destroy my body, But you can’t destroy my souls

Archive for the ‘puisi’ Category

Mataku perih

Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on May 29, 2009

Mataku perih

Sept 0908

03:12 am

Ujung rambutmu merah pewarna

Dahi pipimu dipoles serbuk bersih pemutih

Pipinya sedikit memerah

Alismu hitam lentik tanpa kurang sedikit

Hitam bola matamu luput dengan selaput lensa kontak

Bibirmu bening penuh intrik dengan olesan lipstik

Dagu belah seperti apel yg baru dipetik Read the rest of this entry »

Posted in puisi | Tagged: | 2 Comments »

Pertemuan

Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on May 11, 2009

Ku tabur pagi dengan semangat

Kukuhkan embun dalam penat sesaat

Dalam erat jeratan kasih mentari

Ku kokohkan cinta hari ini

Tak perlu lagi ada tanya

Tak usah ragu mengelu mesra

Biarlah pertemuan itu mengusap segalanya

Telah ku hadirkan drama besar kehidupan mencengangkan

Untuk pertama kalinya

Injakan asing di pelatar gubuk tua

Serta berbaring terlelap di dalamnya

Disampingnya kau menemani

Lalu terjaga oleh mentari baru dari ufuk timur tasikmalaya

Rumah mu jua….

Tasikmalaya, May 10 09

Posted in Karya Penggugah jiwa darimu Bunda, puisi | Leave a Comment »

Belajar Berbuat

Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on April 29, 2009

Baru ku sadari ternyata aku hanyalah seorang yang tak bisa apa-apa, tidak punya apa-apa selain kata dan barisan kalimat saja.

Aku hanya punya angan-angan tinggi yang beriring bersama awan tanpa pernah mencipta hujan. Read the rest of this entry »

Posted in puisi | Leave a Comment »

Lupa

Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on April 28, 2009

Dalam lubang hitam mereka tertawa

Menepuk dada saling rebut kuasa

Namun jauh dalam lubang paling dalam

Mereka lupa ancaman Tuhan Read the rest of this entry »

Posted in puisi | 1 Comment »

Sejarah Cinta Luka

Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on April 23, 2009

Sejarah Cinta Luka

tasikmalaya, sept 20 08

sat 02:38 am

sedetik yang lalu telah menjadi sejarah dalam hidupku

penyimpanan segala kenyataan tentang segala kehidupan

Secuil cinta yang lalu telah menjadi darah dagingku

menguak sejenak penglihatan ke semak-semak arah yang tak menetap Read the rest of this entry »

Posted in puisi | Leave a Comment »

Jika aku bisa….

Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on April 20, 2009

cerahnya pagi kini ragu menyemangatiku

kesejukan udara mulai acuh, hanya semilir di muka tanpa sapaan jiwa

mendungnya awan sembunyikan tanda tanya

tuluskah ia menurunkan sejuta kecupan itu sekarang? Read the rest of this entry »

Posted in puisi | 1 Comment »

Saat Harapan itu hilang

Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on April 19, 2009

Tak ada lagi temali yang mengikat dari ujung tebing

Hanya bergelantung menunggu kesalahan kaki berpijak atau tangan yang terpeleset

Lalu jatuh jauh ke dalam tanah, matilah asa… Read the rest of this entry »

Posted in puisi | 1 Comment »

Sekian Untuk Hari Ini

Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on April 16, 2009

Sekian untuk hari ini,

karena aku kan kembali bermimpi

Mendulang jutaan emas berlian di ladangku esok hari

Hanya saja misteri masih terlalu pekat menyelimuti akan kehadiranku di esok pagi

Maka biarlah ku pejamkan mata sejenak menikmati ketenangan

Biarlah gonjang-ganjing itu terlupakan beberapa saat

Karena harapan takan pernah surut terbawa ombak jauh ke tengah samudera Read the rest of this entry »

Posted in puisi | Tagged: | Leave a Comment »

sebelum tidur

Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on April 15, 2009

ku tatap atap serta lelangit

menggantungkan sejuta asa dalam bisik mesra lisan berdoa

semoga esok kan ada diriku yang lebih baik

di balik selimut hangat jiwaku kan menyambut alam kayangan

memberanikan diri untuk tetap bermimpi…

meski esok tiada lagi mentari tersenyum untukku

tasikmalaya april 13 09/01:00am

Posted in puisi | Leave a Comment »

mutiara kasihku

Posted by Ally Muhammad Abduh Al Afghani on April 12, 2009

Sedetik dalam pandanganmu

Aku luluh

Secuil senyuman mu buatku bergemuruh

Tanpa nada dan irama

Hanyalah ada sepucuk bangga tertanam dalam dada

baru saja aku tanamkan suka lali kau siram menjadi cinta

sedetik di sampingmu, dalam kerlinganmu

aku tak mampu berpaling

mataku tak henti menaruh tanya

sekujur hatiku tenggelam dalam kekaguman

akankah ku sanding kau dalam kesucian?

sedetik di dekatmu

ku tahu mata itu kan datang untukku

menyelami kandungan puisiku

menelaah ayat-ayat cintaku

hingga sudi kau berlabuh

dan tenggelam dengan kerang mutiara kasihku

tasikmalaya april 12 09

sunday 23:17pm

Posted in puisi | Leave a Comment »