<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for ally muhammad</title>
	<atom:link href="http://27victory.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://27victory.wordpress.com</link>
	<description>You can destroy my body, But you can't destroy my souls</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Nov 2009 04:49:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on TSUNAMI, BENCANA ATAU REKAYASA?????? by Ally Muhammad Abduh Al Afghani</title>
		<link>http://27victory.wordpress.com/2009/04/20/tsunami-bencana-atau-rekayasa/#comment-147</link>
		<dc:creator>Ally Muhammad Abduh Al Afghani</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 04:49:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://27victory.wordpress.com/?p=1530#comment-147</guid>
		<description>sukron jiddan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sukron jiddan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on TSUNAMI, BENCANA ATAU REKAYASA?????? by mas bram</title>
		<link>http://27victory.wordpress.com/2009/04/20/tsunami-bencana-atau-rekayasa/#comment-146</link>
		<dc:creator>mas bram</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 14:12:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://27victory.wordpress.com/?p=1530#comment-146</guid>
		<description>Saya kasih info:
Resume buku “Tragedi Tsunami di Aceh: Bencana Alam atau Rekayasa?” Edisi-2, Penerbit Law Firm MT&amp;P, Solo, 2009.

Buku ini menawarkan sudut pandang lain terkait fenomena bencana khususnya peristiwa gempa bumi dan tsunami (Pengantar, hal.3). Dalam hal ini ada baiknya bila berbagai fenomena dapat diuji sebagai dialektika ilmu. Sehingga menjadi jelas batas antara bencana akibat dinamika alam dan bencana akibat rekayasa manusia.

1.	Kontradiksi atas laporan gempa sangat besar di Aceh pada 26 Des 2004
Dalam buku ini, penulis berupaya menguji kebenaran informasi yang menyatakan Tsunami dipicu oleh terjadinya gempa sangat besar di Aceh. Informasi gempa sangat besar 9,0 ~ 9,3 SR cenderung diterima tanpa menguji validitas informasi itu sendiri?

Pasca tragedi Aceh 2004, bangsa Indonesia kian akrab dengan gempa. Beberapa peristiwa gempa telah menimbulkan kerusakan besar dengan korban jiwa lebih dari 500 orang: Gempa Nias 28 Maret 2005 berkekuatan (Magnitude) 8,2 SR kedalaman fokus ~30 km, Gempa Yogya 5,9 SR kedalaman fokus ~17 km, dengan pusat gempa di dekat pantai. Gempa Tasikmalaya 2 September 2009 berkekuatan 7,3 SR kedalaman ~30 km, disusul gempa Padang 30 September berkekuatan 7,6 SR kedalaman ~71 km. 

Dari beberapa peristiwa gempa tampak bukti-bukti kerusakan: ribuan rumah, gedung-gedung roboh, jembatan runtuh, kondisi tanah terbelah, beberapa tebing longsor, dalam beberapa detik segera ditemukan ratusan sampai ribuan korban tewas akibat gempa. Dampak ikutan: aliran listrik, jaringan telepon segera terputus atau terganggu.

Membandingkan bukti-bukti: kondisi keruskan tidak ditemukan untuk peristiwa gempa Aceh yang sangat besar 9,0 SR (angka ini berubah-ubah dari data awal BMG 6,8 SR ditimpali USGS menjadi 8,0; 8,1; 8,5; 8,9; 9,0; 9,3 SR dan diturunkan menjadi 9,15 SR atau 9,0 SR) kedalaman fokus: antara 20~30 km. 

Dalam publikasi awal oleh BMG sampai 17 Juni 2005 dan PTWC Hawaii 2005 tertulis hanya gempa besar di dasar laut yang berMagnitude diatas 7,5 SR berpotensi memicu tsunami. Sebagaimana diketahui rekaman BMG dengan seismograf mutakhir Broadband, hasil kerjasama Japan-Indonesia Seismic Network/JISNET hanya merekam sebagai gempa kuat 6,87 SR, sehingga tidak signifikan memicu gelombang tsunami di Aceh, apalagi sebagai gelombang tsunami yang dahsyat (Bab I hal.33 dan 44). 

Pada kasus Aceh 2004 bukti-bukti memperlihatkan: tidak terdapat korban jiwa (signifikan) akibat gempa, tidak terdapat ribuan rumah-gedung yang roboh, bahkan jembatan beton ~100 m di Uleelheu, Banda Aceh tetap kokoh meski tepat di pinggir pantai (jembatan kayu didekatnya justru roboh diterjang tsunami). Kontradiksi lain: ribuan warga berebut ikan yang menggelepar di pantai akibat air laut tiba-tiba surut, hal ini mencirikan warga tidak khawatir atas gempa yang baru saja terjadi. (Bab III hal. 67,78 dan 92)

Secara ilmiah laporan gempa sangat besar di Aceh versi USGS telah menciptakan kebingungan di kalangan para ahli: LIPI, BPPT, Direktur BMG, ahli dari ITB, Dept.ESDM juga menjadi pusing (Bab III hal.70-72).

Demikian pula laporan USGS atas gempa sangat besar Aceh (sebagai Megathrust Earthquake, as fourth-biggest earthquake in century) dibantah oleh peneliti Danish Space Center, Denmark melalui amatan satelit GPS selama sebulan penuh sebelum dan setelah tsunami tidak mendapati pergeseran tanah akibat gempa. Hasil penelitian termuat dalam jurnal internasional geodesy www.iag-aig.org, (AFP 1 Feb 2005) mereka membantah ahli gempa USGS terkait pergeseran Pulau Sumatra atau skenario munculnya pulau-pulau baru di sebelah barat Aceh. (Bab III hal.74-75)

2.	Tsunami di Indonesia diawali gejala Air laut meluap (bukan air laut surut)

Bahasan ini memuat pendapat penulis bahwa Tsunami alamiah di Indonesia (dengan tumbukan lempeng bertipe convergen/subduksi): diawali oleh gejala air laut meluap di pantai untuk kemudian baru disusul gelombang tsunami yang menerjang pantai. Mengutip pendapat ahli Tsunami dunia (dirangkum oleh BPPT, 2005) terjangan tsunami hanya menjangkau perairan dangkal di wilayah pantai atau di sekitar pelabuhan. Dalam bahasa Jepang Tsu’ adalah pelabuhan dan Nami’ adalah gelombang, sehingga ‘Tsunami’ adalah gelombang laut yang melanda pelabuhan atau wilayah di sekitar pantai (Bab I,  Gb. 1.9 hal.21-22, dan Bab II Gb. 23 dan Gb.24 hal.44-46).

Demikian pula berdasar prinsip penjalaran energi (ilmu fisika) terjangan gelombang tinggi tsunami terbentuk di perairan dangkal dan segera berhenti ketika rangkaian gelombang mencapai daratan (kedalaman laut 0 meter) sehingga hanya menyisakan genangan sebagai fenomena air laut tumpah, kadar ancaman tsunami sudah menurun drastis. Secara teknis genangan yang tersisa (tsunami inundation) hanya menjangkau sejauh 100an m dari bibir pantai (Baca juga Bab VIII hal 195-197). Catatan lain: zona pasang surut air laut berkisar ~50 meter. 

3.	Earthquake Machine

Teknologi gempa buatan ditemukan pertama kali oleh Nikola Tesla di Laboratorium Thomas Alfa Edison, AS pada 1935. Selanjutnya Majalah Specula edisi Januari 1978 memuat profil Scalar Earthquake Machine dengan Patent No. 511,916.
 
Sedang National Geographic special edisi “Violent Planet” (MetroTV, Desember 2006) memuat paparan mesin pemicu gempa buatan Uni Sovyet, yang setelah Era Perang Dingin dibeli oleh AS. Prinsip kerja: memancarkan gelombang elektromagnet sebagai gelombang induksi yang memicu resonansi terhadap lempeng didalam bumi, sehingga bumi memunculkan reaksi balik sebagai ‘real earthquake’ untuk mencapai keseimbangan semula (Bab IV, hal.121-123).

Keterangan lain: secara alamiah gempa pada hakekatnya berperan sebagai penyeimbang atas pergerakan lempeng akibat tekanan panas (magma) dalam perut bumi. Sedang terjadinya kehancuran di permukaan adalah dampak dari dinamika bumi dalam melakukan pembaruan diri menuju kondisi keseimbangan.  

4.	Teknologi Tsunami Buatan
Teknologi peledakan bom dapat diterapkan untuk memicu gelombang Tsunami. Penerapan teknologi merujuk karakteristik materi air yang tidak bisa dikompresi, namun air dapat diusir menjauh untuk kemudian kembali ketempat semula sebagai fenomena air bah yang bergerak terarah. Teknologi tsunami buatan telah diterapkan oleh AU Inggris (RAF) pada Perang Dunia II untuk menghancurkan bendungan Mohne Dam di Jerman, 1943 dengan menjatuhkan tiga buah bom, secara beruntun meledak di dasar bendungan. 

Percobaan serupa dilakukan saat peresmian bendungan Tiga Ngarai (bendungan terbesar di dunia, di Hubei, China) 6 Juni 2006, dimana peledakan beberapa bom bawah air segera mengakumulasi energi untuk mengusir air yang kemudian berbalik secara terarah menghantam tembok bendungan yang lama sehingga hancur.  Teknik meminjam tenaga air dikenal pula melalui pepatah “menepuk air di dulang terpercik muka sendiri” Secara teknis: air yang tertekan (terusik menjauh) akan menghimpun energi untuk balik melawan, semakin kuat, cepat, semakin besar volume air yang terusir maka energi yang balik melawan akan dahsyat mirip terjangan air bah berkekuatan raksasa (Bab IV hal.105-109). 

Sekedar pembanding: Dapat dibayangkan bila peledakan bom dilakukan secara beruntun di dasar laut yang dekat dengan pantai, efeknya akan menghasilkan air terusir menjauh ‘fenomena pantai air laut surut’ untuk terakumulasi sehingga kemudian berbalik kembali ke pantai sebagai gelombang laut yang dahsyat ‘mirip air bah raksasa’.

5.	Lain-lain

Pada subbab fenomena non alamiah ditunjukkan bukti-bukti korban tsunami Aceh berupa tanah, rerumputan, pohon tinggi hangus akibat gelombang tsunami yang mencapai daratan. Terdapat bukti-bukti laporan media massa, foto-foto survei terkait penemuan mayat-mayat yang tubuhnya hangus ditelan gelombang tsunami, sebagian korban hangus ditemukan di sekitar pantai Lhoknga. Juga laporan UNEP, PBB atas terdampahnya sampai nuklir di pantai Somalia akibat tsunami Aceh, 23 Feb 2005.

Buku ini juga membahas fenomena tsunami Pangandaran 17 Juli 2006 yang juga diawali oleh gejala air laut surut, namun ttidak ditemukan bukti kerusakan akibat gempa. Tidak ditemukan pula bukti gempa dan terjangan tsunami yang sanggup melanda Pulau Christmas milik Australia yang berada di sekitar pusat gempa tersebut (Bab VIII, hal 197-198).

Bab X dibahas fenomena Lumpur Lapindo apakah terkategori sebagai bencana alam atau akibat campur tangan manusia (hal 217- dst.)


Keterangan lain atas dampak gempa sangat besar ≥ 9,0 SR:
Sedahsyat apakah gempa berkekuatan 9,0 SR? Pembaca dapat menguji dari berbagai sumber (Handbook of Geology, USGS, BMG, wikipedia, dll.) Energi gempa setara ledakan 36.700 bom nuklir Hiroshima, berdampak kerusakan total dalam radius 300 km dari pusat gempa.  Kerusakan berciri: Total damage, wave seen on ground surface. Bangunan berstruktur bagus dan berlantai tinggi segera runtuh, hanya sedikit bangunan tersisa. Jembatan beton runtuh, Rel kereta api bengkok, dan benda-benda terlempar ke udara.

Demikian beberapa catatan yang dapat kami rangkum, semoga menambah kejelasan atas berbagai informasi bencana di Indonesia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kasih info:<br />
Resume buku “Tragedi Tsunami di Aceh: Bencana Alam atau Rekayasa?” Edisi-2, Penerbit Law Firm MT&amp;P, Solo, 2009.</p>
<p>Buku ini menawarkan sudut pandang lain terkait fenomena bencana khususnya peristiwa gempa bumi dan tsunami (Pengantar, hal.3). Dalam hal ini ada baiknya bila berbagai fenomena dapat diuji sebagai dialektika ilmu. Sehingga menjadi jelas batas antara bencana akibat dinamika alam dan bencana akibat rekayasa manusia.</p>
<p>1.	Kontradiksi atas laporan gempa sangat besar di Aceh pada 26 Des 2004<br />
Dalam buku ini, penulis berupaya menguji kebenaran informasi yang menyatakan Tsunami dipicu oleh terjadinya gempa sangat besar di Aceh. Informasi gempa sangat besar 9,0 ~ 9,3 SR cenderung diterima tanpa menguji validitas informasi itu sendiri?</p>
<p>Pasca tragedi Aceh 2004, bangsa Indonesia kian akrab dengan gempa. Beberapa peristiwa gempa telah menimbulkan kerusakan besar dengan korban jiwa lebih dari 500 orang: Gempa Nias 28 Maret 2005 berkekuatan (Magnitude) 8,2 SR kedalaman fokus ~30 km, Gempa Yogya 5,9 SR kedalaman fokus ~17 km, dengan pusat gempa di dekat pantai. Gempa Tasikmalaya 2 September 2009 berkekuatan 7,3 SR kedalaman ~30 km, disusul gempa Padang 30 September berkekuatan 7,6 SR kedalaman ~71 km. </p>
<p>Dari beberapa peristiwa gempa tampak bukti-bukti kerusakan: ribuan rumah, gedung-gedung roboh, jembatan runtuh, kondisi tanah terbelah, beberapa tebing longsor, dalam beberapa detik segera ditemukan ratusan sampai ribuan korban tewas akibat gempa. Dampak ikutan: aliran listrik, jaringan telepon segera terputus atau terganggu.</p>
<p>Membandingkan bukti-bukti: kondisi keruskan tidak ditemukan untuk peristiwa gempa Aceh yang sangat besar 9,0 SR (angka ini berubah-ubah dari data awal BMG 6,8 SR ditimpali USGS menjadi 8,0; 8,1; 8,5; 8,9; 9,0; 9,3 SR dan diturunkan menjadi 9,15 SR atau 9,0 SR) kedalaman fokus: antara 20~30 km. </p>
<p>Dalam publikasi awal oleh BMG sampai 17 Juni 2005 dan PTWC Hawaii 2005 tertulis hanya gempa besar di dasar laut yang berMagnitude diatas 7,5 SR berpotensi memicu tsunami. Sebagaimana diketahui rekaman BMG dengan seismograf mutakhir Broadband, hasil kerjasama Japan-Indonesia Seismic Network/JISNET hanya merekam sebagai gempa kuat 6,87 SR, sehingga tidak signifikan memicu gelombang tsunami di Aceh, apalagi sebagai gelombang tsunami yang dahsyat (Bab I hal.33 dan 44). </p>
<p>Pada kasus Aceh 2004 bukti-bukti memperlihatkan: tidak terdapat korban jiwa (signifikan) akibat gempa, tidak terdapat ribuan rumah-gedung yang roboh, bahkan jembatan beton ~100 m di Uleelheu, Banda Aceh tetap kokoh meski tepat di pinggir pantai (jembatan kayu didekatnya justru roboh diterjang tsunami). Kontradiksi lain: ribuan warga berebut ikan yang menggelepar di pantai akibat air laut tiba-tiba surut, hal ini mencirikan warga tidak khawatir atas gempa yang baru saja terjadi. (Bab III hal. 67,78 dan 92)</p>
<p>Secara ilmiah laporan gempa sangat besar di Aceh versi USGS telah menciptakan kebingungan di kalangan para ahli: LIPI, BPPT, Direktur BMG, ahli dari ITB, Dept.ESDM juga menjadi pusing (Bab III hal.70-72).</p>
<p>Demikian pula laporan USGS atas gempa sangat besar Aceh (sebagai Megathrust Earthquake, as fourth-biggest earthquake in century) dibantah oleh peneliti Danish Space Center, Denmark melalui amatan satelit GPS selama sebulan penuh sebelum dan setelah tsunami tidak mendapati pergeseran tanah akibat gempa. Hasil penelitian termuat dalam jurnal internasional geodesy <a href="http://www.iag-aig.org" rel="nofollow">http://www.iag-aig.org</a>, (AFP 1 Feb 2005) mereka membantah ahli gempa USGS terkait pergeseran Pulau Sumatra atau skenario munculnya pulau-pulau baru di sebelah barat Aceh. (Bab III hal.74-75)</p>
<p>2.	Tsunami di Indonesia diawali gejala Air laut meluap (bukan air laut surut)</p>
<p>Bahasan ini memuat pendapat penulis bahwa Tsunami alamiah di Indonesia (dengan tumbukan lempeng bertipe convergen/subduksi): diawali oleh gejala air laut meluap di pantai untuk kemudian baru disusul gelombang tsunami yang menerjang pantai. Mengutip pendapat ahli Tsunami dunia (dirangkum oleh BPPT, 2005) terjangan tsunami hanya menjangkau perairan dangkal di wilayah pantai atau di sekitar pelabuhan. Dalam bahasa Jepang Tsu’ adalah pelabuhan dan Nami’ adalah gelombang, sehingga ‘Tsunami’ adalah gelombang laut yang melanda pelabuhan atau wilayah di sekitar pantai (Bab I,  Gb. 1.9 hal.21-22, dan Bab II Gb. 23 dan Gb.24 hal.44-46).</p>
<p>Demikian pula berdasar prinsip penjalaran energi (ilmu fisika) terjangan gelombang tinggi tsunami terbentuk di perairan dangkal dan segera berhenti ketika rangkaian gelombang mencapai daratan (kedalaman laut 0 meter) sehingga hanya menyisakan genangan sebagai fenomena air laut tumpah, kadar ancaman tsunami sudah menurun drastis. Secara teknis genangan yang tersisa (tsunami inundation) hanya menjangkau sejauh 100an m dari bibir pantai (Baca juga Bab VIII hal 195-197). Catatan lain: zona pasang surut air laut berkisar ~50 meter. </p>
<p>3.	Earthquake Machine</p>
<p>Teknologi gempa buatan ditemukan pertama kali oleh Nikola Tesla di Laboratorium Thomas Alfa Edison, AS pada 1935. Selanjutnya Majalah Specula edisi Januari 1978 memuat profil Scalar Earthquake Machine dengan Patent No. 511,916.</p>
<p>Sedang National Geographic special edisi “Violent Planet” (MetroTV, Desember 2006) memuat paparan mesin pemicu gempa buatan Uni Sovyet, yang setelah Era Perang Dingin dibeli oleh AS. Prinsip kerja: memancarkan gelombang elektromagnet sebagai gelombang induksi yang memicu resonansi terhadap lempeng didalam bumi, sehingga bumi memunculkan reaksi balik sebagai ‘real earthquake’ untuk mencapai keseimbangan semula (Bab IV, hal.121-123).</p>
<p>Keterangan lain: secara alamiah gempa pada hakekatnya berperan sebagai penyeimbang atas pergerakan lempeng akibat tekanan panas (magma) dalam perut bumi. Sedang terjadinya kehancuran di permukaan adalah dampak dari dinamika bumi dalam melakukan pembaruan diri menuju kondisi keseimbangan.  </p>
<p>4.	Teknologi Tsunami Buatan<br />
Teknologi peledakan bom dapat diterapkan untuk memicu gelombang Tsunami. Penerapan teknologi merujuk karakteristik materi air yang tidak bisa dikompresi, namun air dapat diusir menjauh untuk kemudian kembali ketempat semula sebagai fenomena air bah yang bergerak terarah. Teknologi tsunami buatan telah diterapkan oleh AU Inggris (RAF) pada Perang Dunia II untuk menghancurkan bendungan Mohne Dam di Jerman, 1943 dengan menjatuhkan tiga buah bom, secara beruntun meledak di dasar bendungan. </p>
<p>Percobaan serupa dilakukan saat peresmian bendungan Tiga Ngarai (bendungan terbesar di dunia, di Hubei, China) 6 Juni 2006, dimana peledakan beberapa bom bawah air segera mengakumulasi energi untuk mengusir air yang kemudian berbalik secara terarah menghantam tembok bendungan yang lama sehingga hancur.  Teknik meminjam tenaga air dikenal pula melalui pepatah “menepuk air di dulang terpercik muka sendiri” Secara teknis: air yang tertekan (terusik menjauh) akan menghimpun energi untuk balik melawan, semakin kuat, cepat, semakin besar volume air yang terusir maka energi yang balik melawan akan dahsyat mirip terjangan air bah berkekuatan raksasa (Bab IV hal.105-109). </p>
<p>Sekedar pembanding: Dapat dibayangkan bila peledakan bom dilakukan secara beruntun di dasar laut yang dekat dengan pantai, efeknya akan menghasilkan air terusir menjauh ‘fenomena pantai air laut surut’ untuk terakumulasi sehingga kemudian berbalik kembali ke pantai sebagai gelombang laut yang dahsyat ‘mirip air bah raksasa’.</p>
<p>5.	Lain-lain</p>
<p>Pada subbab fenomena non alamiah ditunjukkan bukti-bukti korban tsunami Aceh berupa tanah, rerumputan, pohon tinggi hangus akibat gelombang tsunami yang mencapai daratan. Terdapat bukti-bukti laporan media massa, foto-foto survei terkait penemuan mayat-mayat yang tubuhnya hangus ditelan gelombang tsunami, sebagian korban hangus ditemukan di sekitar pantai Lhoknga. Juga laporan UNEP, PBB atas terdampahnya sampai nuklir di pantai Somalia akibat tsunami Aceh, 23 Feb 2005.</p>
<p>Buku ini juga membahas fenomena tsunami Pangandaran 17 Juli 2006 yang juga diawali oleh gejala air laut surut, namun ttidak ditemukan bukti kerusakan akibat gempa. Tidak ditemukan pula bukti gempa dan terjangan tsunami yang sanggup melanda Pulau Christmas milik Australia yang berada di sekitar pusat gempa tersebut (Bab VIII, hal 197-198).</p>
<p>Bab X dibahas fenomena Lumpur Lapindo apakah terkategori sebagai bencana alam atau akibat campur tangan manusia (hal 217- dst.)</p>
<p>Keterangan lain atas dampak gempa sangat besar ≥ 9,0 SR:<br />
Sedahsyat apakah gempa berkekuatan 9,0 SR? Pembaca dapat menguji dari berbagai sumber (Handbook of Geology, USGS, BMG, wikipedia, dll.) Energi gempa setara ledakan 36.700 bom nuklir Hiroshima, berdampak kerusakan total dalam radius 300 km dari pusat gempa.  Kerusakan berciri: Total damage, wave seen on ground surface. Bangunan berstruktur bagus dan berlantai tinggi segera runtuh, hanya sedikit bangunan tersisa. Jembatan beton runtuh, Rel kereta api bengkok, dan benda-benda terlempar ke udara.</p>
<p>Demikian beberapa catatan yang dapat kami rangkum, semoga menambah kejelasan atas berbagai informasi bencana di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on TSUNAMI, BENCANA ATAU REKAYASA?????? by Ally Muhammad Abduh Al Afghani</title>
		<link>http://27victory.wordpress.com/2009/04/20/tsunami-bencana-atau-rekayasa/#comment-145</link>
		<dc:creator>Ally Muhammad Abduh Al Afghani</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 07:25:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://27victory.wordpress.com/?p=1530#comment-145</guid>
		<description>semoga penelitian beliau membuka mata masyrakat kita..bahwa orang kafir itu tidak akan pernah berhenti memerangi umat Islam dan berbuat kerusakan di muka bumi ini...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semoga penelitian beliau membuka mata masyrakat kita..bahwa orang kafir itu tidak akan pernah berhenti memerangi umat Islam dan berbuat kerusakan di muka bumi ini&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on TSUNAMI, BENCANA ATAU REKAYASA?????? by rahmat</title>
		<link>http://27victory.wordpress.com/2009/04/20/tsunami-bencana-atau-rekayasa/#comment-144</link>
		<dc:creator>rahmat</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 07:27:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://27victory.wordpress.com/?p=1530#comment-144</guid>
		<description>Memang ganjil kejadian tsunami aceh ini, air bah muncul katanya karena gempa akan tetapi bangunan runtuh bukan efek gempa. Hal ini diluar kelaziman gempa yang kita tahu dengan skala 7,2 saja bisa meratakan kota padang, apalagi diatas 9 SR . analisis saudara zikron memang briliyaran dalam melihat kejadian ini</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang ganjil kejadian tsunami aceh ini, air bah muncul katanya karena gempa akan tetapi bangunan runtuh bukan efek gempa. Hal ini diluar kelaziman gempa yang kita tahu dengan skala 7,2 saja bisa meratakan kota padang, apalagi diatas 9 SR . analisis saudara zikron memang briliyaran dalam melihat kejadian ini</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on ISLAM DAN PANCASILA. Menyikapi Penolakan BEM Se-Madura Terhadap Syariat Islam by Ally Muhammad Abduh Al Afghani</title>
		<link>http://27victory.wordpress.com/2009/05/22/islam-dan-pancasila-menyikapi-penolakan-bem-se-madura-terhadap-syariat-islam/#comment-143</link>
		<dc:creator>Ally Muhammad Abduh Al Afghani</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 12:04:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://27victory.wordpress.com/?p=1683#comment-143</guid>
		<description>astagfirullohuladzim.........
mas nyadar g tuh...
mas tau sapa yang bikin mas??
mas tau sapa yg ngasih mas udara?
mas tau siapa yg ngasih sma fasilitas khidupan yg mas skr pake??
GRATIISSS lo mas...........
tw g sapa??

nama mu subhanaloh bagus bgt ma.,..&quot;ABDI ALLOH&quot;...
mas mw pke aturan yg bikin mas n ngasih mas smuanya...apa mw pk aturan hasil pikiran manusia...yg berasal dari nafsu...

tpi gpp lah..........sma bkal trbukti...mas bakal tau spa yg bakal menang??
apa bngsa ni bisa maju ky yg mas harepin dg pk sistem  yg skr lg mas anut.
silahkan tunggu aj..
tunggu bncana2 berikutnya.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>astagfirullohuladzim&#8230;&#8230;&#8230;<br />
mas nyadar g tuh&#8230;<br />
mas tau sapa yang bikin mas??<br />
mas tau sapa yg ngasih mas udara?<br />
mas tau siapa yg ngasih sma fasilitas khidupan yg mas skr pake??<br />
GRATIISSS lo mas&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
tw g sapa??</p>
<p>nama mu subhanaloh bagus bgt ma.,..&#8221;ABDI ALLOH&#8221;&#8230;<br />
mas mw pke aturan yg bikin mas n ngasih mas smuanya&#8230;apa mw pk aturan hasil pikiran manusia&#8230;yg berasal dari nafsu&#8230;</p>
<p>tpi gpp lah&#8230;&#8230;&#8230;.sma bkal trbukti&#8230;mas bakal tau spa yg bakal menang??<br />
apa bngsa ni bisa maju ky yg mas harepin dg pk sistem  yg skr lg mas anut.<br />
silahkan tunggu aj..<br />
tunggu bncana2 berikutnya&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on ISLAM DAN PANCASILA. Menyikapi Penolakan BEM Se-Madura Terhadap Syariat Islam by abdullah</title>
		<link>http://27victory.wordpress.com/2009/05/22/islam-dan-pancasila-menyikapi-penolakan-bem-se-madura-terhadap-syariat-islam/#comment-142</link>
		<dc:creator>abdullah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 23:33:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://27victory.wordpress.com/?p=1683#comment-142</guid>
		<description>belajar sejarah nak baik2... bangsa ini tidak akan bersatu tanpa adanya kesepakan antar raja2 se nusantara. goblok jangan di piara. syariat islam lelaut aja lho!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>belajar sejarah nak baik2&#8230; bangsa ini tidak akan bersatu tanpa adanya kesepakan antar raja2 se nusantara. goblok jangan di piara. syariat islam lelaut aja lho!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on kata-kata mutiara dan motivasi by mira moodth</title>
		<link>http://27victory.wordpress.com/puisi/#comment-141</link>
		<dc:creator>mira moodth</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 09:14:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://27victory.wordpress.com/?page_id=920#comment-141</guid>
		<description>kata mutiara nHa bgUz-bguZZ,,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kata mutiara nHa bgUz-bguZZ,,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
