Home > Gudang Sastra > Tak untuk dipuja

Tak untuk dipuja

Aku bangga menjadi bagian jiwamu

Meski aku terletak di akhir bagian itu

Aku bangga menjadi diriku yang ada untukmu

Meski curahan darahku tak sebanyak yang kau aliran untukku

Aku bangga menjadi apa yang mampu selalu kau lihat

Meski sedikit cintamu memahat

Aku bangga menjadi apa yang kau injak

Meski sedikit tapak kakiku ku berjejak

Aku bangga menjadi apa yang kau sandarkan

Meski tak semua yang kusarankan kau nyatakan

Namun aku sadar kawan

Aku hanyalah sesosok mahkluk penuh kelemahan

Aku terbatas tuk membuat segalanya pantas

Seonggok kapas pun tak mampu ku angkat

Jika telah nampak beban berat melekat di pundak

Jika telah nampak aku berlumur darah

Tergeletak diatas segala perintah

Aku hanyalah manusia yang penuh keluh kesah

Aku hanyalah seperti ini

Tak lebih seperti apa yang kau lihat

Sebuah mayat yang diberi nyawa

Lalu hidup dengan meniadakan cahaya

Hingga terbelenggu gelap dan tak bisa apa-apa

Hanya dengan sabar dan tawakal aku mampu berdiri dan berlari seperti ini

Inilah segudang keterbatasan yang aku punya

Yang telah membawa aku ada di bagian-bagian jiwa manusia

Untuk di cerca dan dihina

Tak untuk dipuja

Tasikmalaya, sept 3 08

Wed, 11:12 pm

Advertisements
Categories: Gudang Sastra
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s