Home > Gudang Sastra > sejenak sepi

sejenak sepi

sejenak sepi menjalar dalam nalar jiwa

terkapar sekujur raga bergetar

sunyi menabuh gendang telinga

memberi dengar dalam kabar asmara

cinta tumbuh dalam kesunyian

sadar bergemuruh dalam sejenak sepi

mata berbinar berkaca-kaca

sepi sebenarnya tak ada

karena didalamnya, jiwa hebat bergejolak

tentang peraduan dan penyesalan

aku terperangkap dalam sebuah saat

dalam sejenak sepi

tasikmalaya, Sept 7 ‘08

Sun, 20:36 pm

Advertisements
Categories: Gudang Sastra
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s