UMI

Umi….

Selembar kertas puisi selalu ku isi puja-puji tinggi setiap hari

Dalam hati jua di diari

Ku rindu senyum termanis itu

Aku rindu mencium suci tanganmu

Melepas dahagaku dari pengembaraanku

Setelah panas matahari hanguskanku,,

Namun petuah dari lisan muliamu selalu teduhkanku

Aku iba kini..

Ketika ku sadari aku tak mampu apa-apa meski untuk satu suap bubur ketika aku terbujur terikat seulur samping di belikatmu

Ketika aku tau aku tak mampu membalas, meski untuk sebaris nyanyian termerdu kala kau antarkan tidurku

Apalah dayaku kini untuk membalas

Jika bukan iring-iringan doa yang kutabuh di setiap sujud dan ruku jua di helaan nafas

Hanyalah sebuah karya usang nan tak ada arti

Hingga pecah kepalaku merangkai karya terindah

Hanyalah secuil makna di banding setetes kasihmu

Umi….aku rindu…

Maaf hanya merindu…

Karena aku lemah tanpa bisikan mesramu yang selalu tertanam kuat dalam palung jiwa

Karena aku bodoh tanpa kesabaranmu mendidik dan ayomi pengetahuanku

Maka ku tunjuk pena dan tinta tuk mengakuinya

Umi..aku rindu…

Dekap hangat sayap-sayapmu

Tentramkan segala keadaan

Hentikan badai dan hujan yang hamper damparkanku di daratan putus asa

Apalah arti barisan kalimat ini

Karena berjuta kata dan emas permata pun bukanlah sedikitpun bandingan

Untuk kasihmu yang tertabuh dalam tiap kedip mata dan hembus nafasmu

Inilah diriku…..

Yang hanya bermodal nurani dan semangat tuk membalasmu dengan segala ketentuan yang telah di siratkan…

Tasik120708/sun00:26am

Advertisements
Categories: Gudang Sastra
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s