Home > Gudang Sastra > Manis

Manis

balas cinta ternyata hanyalah luka

tetes-tetes kecewa dan coretan nan berlinang di pipi

setelah tetes pertamanya jatuh

ia menjadi tinta penuh warna

terkepung bangkai-bangkai harapan

dan belulang cerita kini jadi tiang penyangga kejatuhan tetes berikutnya

balas cinta derita dan luka

karena kebahagiannya adalah ketika tiap tetes keringat yang menjadi doa

dalam peluk purnama serta keindahan malamnya

karena kebahagiaannya adalah ketika ku sadari aku lemah dan tak terarah

hingga sebuah proses membuatku menjadi tangguh dan bijaksana menerima semuanya

cinta telah ku perjuangkan

dan pahit yang ku telan telah membawa tamparan,

bahwa perjuangan adalah penderitaan yang manis

tasik,011509

thurs18:58pm

<aftercall>

Advertisements
Categories: Gudang Sastra
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s