Home > Gudang Sastra > Belajar Berbuat

Belajar Berbuat

Baru ku sadari ternyata aku hanyalah seorang yang tak bisa apa-apa, tidak punya apa-apa selain kata dan barisan kalimat saja.

Aku hanya punya angan-angan tinggi yang beriring bersama awan tanpa pernah mencipta hujan.

Aku hanya seseorang yang selalu telambat menyadari kesalahan, hingga saat semua telah porak poranda

Setelah tetesan airmata bercucur membasahi, barukah aku menyadari aku menyesali.

Inilah tabiat manusia yang harus berusaha dihindari, jangan dekati jiwa seperti ini.

Haruslah ada langkah dari setiap kata yang terucap

Haruslah ada keringat dibalik setiap kalimat

Tak usah menjadi seperti aku saat ini

Penyesalan itu takkan bisa dihadapi

Hanya akan termenung dalam lamun seperti ini

Hanya malu yang tegak berdiri

Menjadi hiasan sepi dan perlahan membunuh

Tak ada lagi berani

Hilanglah nyali

Tapi hidup harus tetap dijalani

Seperti apapun bentuk dan formasinya

Aku harus tetap berdiri merubah sifat

Mencoba cicipi keringat dari rentetan kalimat

Untuk terus belajar…

Belajar berbuat daripada berucap

Tasik april 2909

Wed 11:32 am

Advertisements
Categories: Gudang Sastra
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s