Home > Journally > FENOMENA SOCIAL NETWORKING

FENOMENA SOCIAL NETWORKING

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak akan pernah bisa lepas dari peranan yang lain, baik itu sesama manusia maupun alam. Manusia akan terus mencari cara agar dapat berinteraksi secara luas. Letak geografis, perbedaan budaya tidak membuat manusia berhenti berinovasi untuk tetap bisa berinteraksi. Semakin hari teknologi informasi semakin berkembang pesat, dimulai dengan internet sebagai lahannya manusia menemukan cara baru berkomunikasi jarak jauh dan menciptakan penyajian informasi dengan mudah. Saat awal-awal berkembangnya teknologi internet, e-mail merupakan teknologi yang dirasakan sangat signifikan merubah cara orang-orang untuk berkorespondensi dan berinteraksi. Berikutnya dengan gelombang internet teknologi Web 2.0 terdapat suatu fenomena yang cukup menarik, yaitu situs jejaring sosial (Social Networking Web).

Internet adalah salah satu teknologi informasi yang menghubungkan berbagai jaringan yang tidak saling bergantung pada satu sama lain sedemikian rupa, sehingga mereka dapat berkomunikasi. Dengan kata lain internet adalah jaringannya jaringan, dengan menciptakan kemungkinan komunikasi antar jaringan di seluruh dunia tanpa bergantung kepada jenis komputernya. Penggunaaan internet telah mengubah penggunaan teknologi informasi. Di berbagai tempat di dunia, akses terhadap informasi menjadi lebih mudah dan murah dengan adanya media Internet ini. Pada mulanya akses kepada informasi dalam bentuk elektronik (electronic information) sangat sukar dan mahal. Orang harus menggunakan jaringan telekomunikasi dan komputer sendiri (private lines, value added network) yang harganya mahal. Disamping murah, mudah dan praktis, media internet juga kini menyediakan sebuah media interaksi yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang di ikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll yang disebut jejaring sosial (social networking). Jejaring sosial inilah yang kini tengah mewabah seperti virus dan tak terbendung jumlah penggunanya hingga layak disebut sebagai sebuah fenomena.

Situs social network seperti Friendster, Myspace atau Facebook adalah jalur tepat untuk mempunyai banyak teman di dunia maya. Kita bisa melihat foto dan data-data pribadi teman plus memberi komentar dan mengirimkan email. Tampaknya tren pertemanan seperti itu semakin di minati, seiring meningkatnya pengguna internet itu sendiri. Di Indonesia sendiri social network yang pertama kali booming adalah friendster. Jaringan sosial milik Amerika ini mulai digemari oleh kaum muda Indonesia pada tahun 2002, yang kini pupolaritasnya mulai tersaingi oleh situs social network baru milik pemuda Israel berusia 24 tahun bernama Mark Zuckerberg yaitu facebook, yang kini dinobatkan sebagai milyuner termuda di dunia.

Meskipun friendster sendiri telah mengklaim dirinya sebagai situs social network terbesar di Asia, tapi kenyataan yang kita lihat saat ini adalah berbeda. Facebook dengan revolusinya kini tengah menjadi social network yang sangat digemari. Facebook terkesan lebih elegan serta mempunyai tingkat gengsi dan privasi yang lebih tinggi di banding yang lainnya. Para sosial networker ini lebih merasa bangga jika telah memiliki facebook. Namun friendster dan facebook hanyalah dua dari sekian banyaknya social network yang kini ada. Multiply, Live Journal, Plurk, Twitter, MySpace, Hi5, YouTube, dll adalah contoh lainnya.

Jejaring sosial lokal pun tak mau kalah, DIGLI, FUPEI, Kombes, KasKus dll adalah contoh situs jejaring sosial lokal yang kini eksis di dunia. Namun sayangnya masih ada unsur kebanggaan yang berlebihan dalam situs jejaring lokal ini. Mencantumkan kata-kata seperti “Indonesian Social Networking” adalah sebuah kesalahan yang akan membuat orang-orang luar negeri enggan bergabung didalamnya. Rasa Nasionalisme ini seharusnya tak perlu di angkat ke permukaan jika produk jejaring sosial kita ingin booming di jadat dunia maya.

Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan teknologi informasi yang berlangsung cepat. Dari mulai anak SD, mahasiswa sampai orang tua kini mulai ramai mendatangi warung-warung internet.  Mereka rela menghabiskan uang hanya untuk mempunyai account di friendster atau facebook saja. Rasanya aneh dan terkesan kampungan jika saat ini mereka tidak punya friendster atau facebook, seperti itu mungkin pandangan mereka jika tidak mempunyai account di situs jejaring sosial itu. Apakah peningkatan pengguna internet ini dikarenakan semakin banyaknya orang-orang yang keranjingan social networking? Jawabannya, bisa iya bisa juga tidak. Tapi yang pasti, semakin hari jumlah pengguna situs jejaring sosial ini semakin menunjukkan meningkat dan menunjukkan angka peningkatan yang sangat signifikan. Saat ini Indonesia disebut sebagai negara dengan pertumbuhan pengguna situs Facebook tertinggi di Asia tenggara, keanggotaan tahun ini 645% lebih besar jika dibandingkan tahun 2008 (BBC Indonesia).

Segala sesuatu pasti mempunyai nilai baik dan nilai burukya, begitupun dengan social networking yang kini tengah mewabah di negeri ini. Tergantung bagaimana kita menyikapinya, karena banyak pula bukti yang menunjukkan keberhasilan finansial seseorang yang memanfaatkan social networking sebagai ladang usaha mereka. Serta tidak sedikit juga anak-anak sekolah yang menggunakan waktu belajarnya hanya untuk ngoprek friendster, facebook atau chatting. Apalagi saat ini, situs-situs itu dapat di akses melalui ponsel, yang membuat situs-situs ini bisa digunakan kapan saja dan dimana saja.

Kenyataan ini tidak bisa kita pungkiri, efek dunia maya telah merubah pola pikir bangsa ini. Meskipun penggunanya masih beberapa persen dari keseluruhan penduduk Indonesia. Tapi menarik untuk diteliti, fenomena social networking ini adalah fenomena baru bidang teknologi informasi yang terjadi di negeri ini. Hanya dalam waktu beberapa tahun saja situs-situs social networking telah menjadi komoditas baru jutaan penduduk negeri ini. BBC Indonesia menyebutkan, saat tercatat ada 800 ribu pengguna situ facebook di Indonesia, belum lagi pengguna situs jejaring sosial lainnya. Dan dapat dipastikan setiap pengguna situs facebook pasti mempunyai account juga di situs jejaring sosial lainnya. Ini dikarenakan facebook tergolong situs jejaring sosial pendatang baru yang baru booming dibanding friendster dan yang lainnya.

Dampak Biologis

Fasilitas dan kenyamanan yang disajikan dunia maya seperti situs-situs social networking juga memberikan efek lain terhadap keadaan biologis seseorang. Pendapat ini dikeluarkan oleh seorang ahli psikologi asal Inggris bernama Dr. Aric. Hasil penelitiannya mengenai social networking menyatakan bahwa kecanduan facebook bisa memicu penyakit berbahaya seperti kanker karena situs itu menurunkan level kontak fisik seseorang. Menurut Dr Aric yang mempublikasikan artikelnya di jurnal Biologist, situs semacam Friendster, Facebook atau MySpace memang di buat untuk memperkaya kehidupan sosial. Namun kenyataannya malah membuat orang terpisah satu sama lain karena keasyikan berinteraksi secara virtual. Menurutnya, fenomena tersebut dapat menimbulkan efek biologis. Kurangnya pertemuan face to face dikatakannya bisa mengubah kerja gen, mengganggu respon kekebalan, level hormon, fungsi arteri dan mempengaruhi keadaan mental. Dan keadaan itu di klaim bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius seperti kanker, stroke hingga dementia.

Dr Aric memaparkan bahwa situs jejaring berperan penting membuat orang semakin terisolasi. Buktinya, waktu yang dihabiskan orang untuk berinteraksi langsung turun secara drastis semenjak adopsi media elektronik melonjak. Ia mengklaim, interaksi di dunia nyata dengan orang lain memberi manfaat bagi tubuh, yang tidak diperoleh dari relasi virtual. Dijelaskannya, level hormon ataupun gen yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh berubah-ubah menurut jumlah waktu yang dihabiskan orang untuk berinteraksi fisik.

Dunia maya telah menjadi dunia kedua yang di huni oleh jutaan manusia. Dan tanpa disadari kenyamanan dan kemudahan yang tersaji disana ternyata telah merubah paradigma bagi penghuninya sendiri. Ini dikarenakan kurang bijak membagi waktu antara dunia maya dan kehidupan normalnya. Melihat peningkatan penggunanya yang semakin hari semakin banyak, rasanya sulit sekali untuk menyadarkan manusia bahwa kehidupan nyata (normal) adalah satu-satunya kehidupan nyata yang harus dijalani. Social networking adalah layanan yang memberi kemudahan untuk bisa berinteraksi dengan siapa saja tanpa mengenal jarak dan perbedaan budaya. Jalinan hubungan antar manusia untuk membangun ikatan pertemanan, bisnis dll memang tidak bisa dibatasi oleh jarak  atau perbedaan budaya, dan situs-situs jejaring inilah media yang akan mengantarkan kita padanya. Tetapi alangkah baiknya jika kita tetap bijak menyikapinya, karena efek negatif juga tidak kalah besar membayanginya.

Advertisements
Categories: Journally
  1. vega
    October 12, 2009 at 10:55 pm

    Assalamu’alaikum mas saya minta izinnya untuk mengutip isi blog ini untuk keperluan saya.

  2. February 1, 2010 at 1:06 pm

    thanks banget ini sangat membantu saya dalam memahami pentingnya kontak dengan orang sekitar. selama ini saya hanya berteman dengan internet dan jarang bertemu warga sekitar

  3. Dee
    March 18, 2010 at 12:19 pm

    Assalamu’alaikum..

    saya minta izin untuk mengutip blog ini untuk keperluan tugas kuliah..
    terima kasih..

  4. nastiti
    May 2, 2011 at 6:05 am

    minta artikelnya buat tugas ya..??
    🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s