Home > Journally > GAY RESIK DI TASIK (Fenomena Kaum Gay Di Tasikmalaya)

GAY RESIK DI TASIK (Fenomena Kaum Gay Di Tasikmalaya)

Pengikut kaum nabi Luth memang tak pernah mati, semakin hari mereka malah semakin bertambah pesat dan eksis ke daerah-daerah. Entah apa yang ada di pikiran mereka hingga mereka sudi melakukan hubungan badan sesama jenis dan entah faktor apa yang menyebabkan hasrat seksual mereka menjadi seperti itu. Dan saat ini kota Tasikmalaya yang dikenal sebagai kota santrinya telah dihuni oleh pengikut kaum Nabi Luth A.s ini. Keberadaan dan perkembangannya yang cukup pesat sangat meresahkan. Akan sangat memalukan jika pemerintah Tasikmalaya tidak bisa menyembuhkan mereka, maka predikat Kota Santri ternodai.

Era globalisasi telah menyeret kota ini menjadi kota yang dihuni oleh berbagai macam kemaksiatan layaknya kota metropolitan, dan seolah tak terkendalikan. Pemerintah kelabakan hingga akhirnya diam dan pasrah menatap kenyataan. Bangunan-bangunan pesantren yang ribuan jumlahnya seolah tak berpengaruh apa-apa, Kyai-kyainya malah asyik berparlemen. Kedua orangtua ini (Ulama dan Pemerintah) sibuk dengan urusannya masing-masing dan melupakan perilaku anaknya yang mulai menyimpang. Hingga kaum yang pernah dilaknat oleh Alloh swt pada masa Nabi Luth pun kini berjubel jumlahnya dan mempunyai komunitas dan bergerak dengan bebas.

Kini Tasikmalaya sudah seperti kota-kota metropolitan, dimana kaum homoseksual tak lagi merasa malu untuk menunjukkan eksistensinya sebagai kaum minoritas. Bagi kita yang mengetahui ciri fisik pengidap gay ini akan bisa melihat bahwa begitu banyaknya pengidap penyakit itu di kota santri.

Saya pernah melihat salah satu pasangan gay ini yang tanpa malu menunjukkan sedikit kemesraan mereka lewat pegangan tangan dan percakapannya.  Waktu itu saya tengah makan siang di salah satu warung makan di kompleks Dadaha (Sport Centre Kota Tasikmalaya). Saya juga pernah melihat mereka dengan stylenya yang “aneh” (tapi bukan dandanan waria/tepatnya laki2 memakai hotpen) di salah satu warung internet di kompleks Kampus Univ. Siliwangi.

Namun yang familiar bagi masyarakat, para gay ini sering nongkrong di salah satu warung lesehan di KH. Mustofa. Lesehan yang hanya buka malam hari ini dijadikan salah satu tempat ngumpul favoritnya kaum gay di Tasikmalaya. Salah satu stasiun televisi nasional pun pernah secara khusus meliput aktifitas kaum gay di lesehan ini, meskipun sebenarnya lesehan ini bukan hanya untuk kaum gay saja.  Lesehan ini memang terbilang beda dari yang lain. Lokasi lesehan yang berada di pinggir jalan serta dikemas dengan penampilan yang unik dan lampu-lampu temaram ini menarik perhatian kaum gay untuk nongkrong pada malam hari. Sehingga masyarakat mengenalnya sebagai tempat ngumpulnya gay.

Sudah saatnya kini pemerintah dan ulama-ulama Tasikmalaya untuk bertindak menyembuhkan penyakit ini. Pada tanggal 12 Mei 2009 MUI dan Depag pemkot Tasikmalaya mengeluarkan pernyataan bahwa kaum gay di tasikmalaya akan di bina, disembuhkan dan ditaubatkan (swaranusa.net). Menanggapi pernyataan itu, Orry Lesmana aktivis perjuangan identitas gay dalam sebuah wawancaranya dengan reporter swaranusa mengatakan, “Kita harus jelas dulu, cara pandang MUI seperti apa, karena belum kelas sistem pertaubatan dan perekrutannya. Setelah itu baru ambil sikap. Mungkin pernyataan sikap dari teman-teman pascapublikasi sikap MUI dan Depag itu karena kebetulan bulan Mei merupakan hari Antihomophobia Internasional. Mungkin MUI dan Depag membaca hal itu, sehingga menjadi momen mencoba memaksakan parameter MUI kepada kaum gay”. (klik disini untuk wawancara lengkapnya )

Seperti itulah pernyataan mereka melalui perwakilannya. Mereka dengan jelas menyatakan menolak dan melawan paradigma agama mengenai homoseksual meskipun secara tidak langsung. Mereka hanya berkaca pada HAM dan sistem-sistem rusak buatan manusia sebagai alasan untuk mengesahkan perbuatan mereka itu.

Seperti itukah kota kita saat ini? Apa yang harus kita lakukan?

Persoalan LGBTI (lesbian, gay, biseksual, transgender dan intersex) memang akan menjadi persoalan yang dilematis jika dilihat dari kacamata HAM. Tapi apakah HAM adalah sebuah hukum di atas Agama? Jelas bukan, justru agamalah hukum yang mengatur hak asasi semua makhluk hidup. Jika LGBTI adalah hak asasi manusia lalu untuk apa Alloh swt melaknat kaum Nabi Luth? Dan untuk apa Alloh swt menciptakan segala sesuatu itu berpasang-pasangan? LGBTI adalah nafsu syahwat manusia, bukan Hak Asasi Manusia!

Laki-laki ingin menjadi wanita, wanita ingin jadi laki-laki, laki-laki menyetubuhi laki-laki, dan wanita menyetubuhi wanita, apakah semua itu bisa diterima oleh akal yang sehat? LGBTI adalah penyakit kejiwaan yang melanda manusia karena faktor-faktor tertentu, itu semua adalah syahwat bukan untuk diikuti dan diperjuangkan. Apakah kita pernah menemukan binatang jantan yang kawin dengan sesama jantan? Atau betina dengan betina? Binatang saja yang tidak berakal masih bisa meluruskan nalurinya. Tapi kenapa dengan manusia? Tak ada jawaban lain kecuali kejiwaan mereka itu memang terganggu.

Untuk itu butuh pembinaan yang serius untuk menyadarkan kembali orang-orang ini. Khususnya di tasikmalaya yang notabene masyarakatnya adalah masyarakat muslim terbesar.

(penulis belum bisa mencantukan data yang lengkap mengenai eksistens dan perkembangan Kaum gay dan lesbi di Tasikmalaya. Mudah-mudahan dengan tulisan ini kita semua bisa membuka mata dan berjuang sama-sama untuk menyembuhkan mereka).

– situs LGBTI http://www.aruspelangi.or.id//

Untuk saudaraku yang mengidap penyakit LGBTI

Pertama, ketahuilah (semoga Allah Subhaanahu wa ta’ala menunjukimu) bahwasanya Rasulullah ` bersabda,

“لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ”.

Allah Subhaanahu wa ta’ala melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth, Allah Subhaanahu wa ta’ala melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth, Allah Subhaanahu wa ta’ala melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth.” Tidak ada (riwayat) dari beliau ` yang menyebutkan bahwa beliau ` melaknat pelaku zina sebanyak tiga kali dalam satu hadits. Sungguh beliau ` telah melaknat sekelompok dari pelaku dosa besar dengan tidak lebih dari satu kali laknat, tetapi beliau ` mengulang laknatnya terhadap pelaku gay dan beliau ` mempertegas dengan tiga kali penyebutan sebagaimana hal tersebut telah disinggung oleh Ibnul Qayyim dalam Al-Jawaab Al-Kaafi.

Kedua, hati-hatilah kamu, jangan sampai kamu menyimpan perbuatan keji itu dalam hati karena akan merusaknya. Terkadang perbuatan itu menyeretmu ke jurang kekafiran yang jelas, sebagaimana yang telah terjadi pada saudaramu akibat perbuatan keji tersebut, inilah kisahnya yang telah dinukil oleh Ibnu Qayyim dalam Al-Jawab Al-Kaafi halaman 191.

“Dahulu ada seorang lelaki yang terpikat dengan seorang pemuda yang bernama Aslam. Ia menyimpan kecintaan kepadanya dalam lubuk hatinya. Adapun Aslam menolak dan lari dari lelaki itu sehingga lelaki itu sakit dan terus berada di atas tempat tidur. Lalu, datanglah orang-orang yang menjadi perantara dan mereka berjanji bahwa pemuda (yang bernama Aslam) akan menjenguknya, kemudian lelaki itu merasa sangat senang dan hilanglah kesedihan serta rasa sakitnya.

Ketika ia berada dalam keadaan senang menunggu (kedatangan) Aslam, datanglah kepadanya perantara yang kedua untuk mengabarkan bahwa Aslam datang melalui jalan lain dan pulang sehingga tidak mungkin ia datang untuk menemuimu. Maka saat lelaki itu mendengar hal yang menyakitkan tersebut, kesedihan menyelimutinya dan sakitnya menjadi parah. Tampaklah padanya tanda-tanda kematian dan ia menyanyi memanggil pemuda yang bernama Aslam, ia berkata,

أَسْلَمُ يَارَاحَةَ الْعَلِيْلِ …

وَيَا شِفَاءَ الْمُدْنِفِ النَّحِيْلِ

رِضَاكَ أَشْهَى إِلَى فُؤَادِيْ …

مِنْ رَحْمَةِ الْخَالِقِ الْجَلِيْلِ

”Wahai Aslam, engkaulah sang pelipur lara…

Wahai engkau obat bagi orang yang menderita sakit keras yang sangat kurus…

Keridhaanmu lebih diinginkan oleh hatiku…

Daripada rahmat Sang Pencipta yang Mahamulia….”

Kemudian, ada orang yang berkata kepada si lelaki yang itu: “Bertakwalah engkau kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala!”

Ia menjawab: “Sungguh (keinginanku pada Aslam) telah ada.” Kemudian ia pun mati.

Kita berlindung kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala dari su’ul khaatimah (jeleknya akhir hidup).

Wahai orang yang tertimpa penyakit ini!

Mati dalam keadaan apakah temanmu (ini)?

Sungguh Ibnul Qayyim telah menjelaskan bahwa penyakit dan rasa cinta ini terkadang bisa menjadikan kufur. Sebagaimana orang yang memanggil yang dicintainya dengan kecintaan seperti kecintaan kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala, lalu bagaimanakah jika rasa cintanya lebih besar daripada kecintaan kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala? Maka rasa cinta yang seperti ini tidak akan diampuni pelakunya karena hal tersebut termasuk syirik yang paling besar dan Allah Subhaanahu wa ta’ala tidak akan mengampuni siapa saja yang berbuat syirik kepada-Nya. ,…”Dan terkadang seorang yang dirundung rasa cinta dengan terang-terangan (menyatakan) bahwa kedatangan orang yang dicintainya lebih ia sukai daripada tauhid kepada Rabbnya, sebagaimana yang dikatakan oleh lelaki kotor yang dirundung rasa cinta,

 Wallahi’alam bishshowab…

ally muhammad abduh ibnu faridz

Dalil-dalil AL Qur’an, Hadist dan Pendapat Ulama tentang Homoseksual

“Dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik” [Al-Anbiya : 74]

“Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melapaui batas” [Al-A’raf : 81]. Artinya, mereka melampaui batasan-batasan yang telah ditetapkan oleh Allah.

”Luth berdo’a. ‘Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu’. Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk (Sodom) ini. Sesunguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zhalim” [Al-Ankabut : 30-31]

Allah berfirman : Dan Luth ketika berkata kepada kaumnya: mengapa kalian mengerjakan perbuatan faahisyah (keji) yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” [QS Al-A’raf:80-84].

Allah menggambarkan Azab yang menimpa kaum nabi Luth : “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim” [Hud : 82-83]

Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth. Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth. Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth” [HR Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra IV/322 (no. 7337)]

DALIL DARI SUNNAH TENTANG HARAMNYA HOMOSEKSUAL 

  1. Rasullullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah kedua pelakunya” [HR Tirmidzi : 1456, Abu Dawud : 4462, Ibnu Majah : 2561 dan Ahmad : 2727]
  2. Dari Jabir Radhiyallahu anhu , dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Sesungguhnya yang paling aku takuti (menimpa) umatku adalah perbuatan kaum Luth” [HR Ibnu Majah : 2563, 1457. Tirmidzi berkata : Hadits ini hasan Gharib, Hakim berkata, Hadits shahih isnad]
  3. Dari Ibnu Abbas Shallallahu alaihi wa sallam , dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Allah melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth, (beliau mengulanginya sebanyak tiga kali)” [HR Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra IV/322 No. 7337]
  4. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Allah tidak mau melihat kepada laki-laki yang menyetubuhi laki-laki atau menyetubuhi wanita pada duburnya” [HR Tirmidzi : 1166, Nasa’i : 1456 dan Ibnu Hibban : 1456 dalam Shahihnya. Keterangan : hadits ini mencakup pula wanita kepada wanita]
  5. Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Itu adalah liwat kecil, yakni laki-laki yang menggauli istrinya di lubang duburnya” [HR Ahmad : 6667]

HUKUMAN TERHADAP KAUM HOMOSEKS 

Dalam masalah ini para ulama berbeda pendapat. Sebagian mereka mengatakan hukumannya sebagaimana hukuman zina yaitu dirajam bagi yang muhshan (sudah pernah menikah) dan dicambuk dan diasingkan bagi yang belum menikah. Sebagian yang lain mengatakan, kedua-duanya dirajam dalam keadaan apapun, menerapkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi, “Bunuhlah yang menyetubuhi dan yang disetubuhi”

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Para sahabat telah menerapkan hukum bunuh terhadap pelaku homoseks. Mereka hanya berselisih pendapat bagaimana cara membunuhnya”

HUKUMAN TERHADAP PELAKU HOMOSEKS SETELAH MUSNAHNYA KAUM LUTH

Para pengikut madzhab Hambali menukil ijma’ (kesepakatab) para sahabat yang mengatakan bahwa hukuman homoseks adalah dibunuh. Mereka berdalil dengan hadits: “Barangsiapa yang kalian dapatkan melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah yang menyetubuhi dan yang disetubuhi”.

Mereka juga berdalil dengan perbuatan Ali Radhiyallahu anhu yang merajam orang yang melakukan homoseksual. Syafi’i berkata : “Dengan ini, kita berpendapat merajam orang yang melakukan perbuatan homoseksual, baik dia seorang muhsan atau bukan”.

Dan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Khalid bin Walid bahwa ada di pinggiran kota Arab seorang laki-laki yang dinikahi sebagaimana dinikahinya seorang perempuan. Maka dia menulis surat kepada Abu Bakar Shiddik Radhiyallahu anhu . Abu Bakar lalu bermusyawarah dengan para sahabatnya. Orang yang paling keras pendapatnya adalah Ali Radhiyallahu anhu . Dia berkata, “Tidaklah melakukan perbuatan ini kecuali hanya satu ummat dan kalian telah mengetahui apa yang telah Allah lakukan kepada mereka. Aku berpendapat agar dia dibakar dengan api”. Kemudian Abu Bakar mengirim surat kepada Khalid bin Walid untuk membakarnya.

Abdullah bin Abbas Radhiyallahu anhuma berkata, “Dipertontonkan dari bangunan yang paling tinggi lalu dilemparkan (ke bawah) diikuti lemparan batu”.

Dengan demikian hukuman homoseks adalah bisa dengan dibakar, dirajam dengan batu, dilempar dari bangunan yang paling tinggi yang diikuti lemparan batu, atau dipenggal lehernya. Ada pula yang mengatakan ditimpakan tembok kepadanya.

Imam Syaukani memilih hukuman bunuh dan melemahkan pendapat selain itu. Mereka berpendapat seperti itu menilik firman Allah.  “Artinya : Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim” [Hud : 82-83]

Dalam penerapan hukuman ini, pelaku homoseks dipersilakan memilih hukuman yang dia kehendaki dari hukuman-hukuman yang ada.

Advertisements
Categories: Journally
  1. faiz
    December 24, 2009 at 12:50 am

    masalah homosexual memang sangat pelik, mengembalikan orang2 gay ke jalan yg diridhoi Allah benar-benar butuh perjuangan yg maha dsyat tapi bagi saya ini adalah jihd, so ini sangt mulia jika kita bisa membantu mereka keluar dari kubangan nafsu syahwat itu, menyalahkan mereka buka solusi tepat namun memberikan pemahaman secara kontinyu tentang penerimaan diri atas cobaan yang diberikan ALLah insyaallah akan memberikan secercah harapan kepada mereka untuk keluar dari lingkaran syetan yang sangat akut ini, mengajak mereke untuk merenungkan kembali apa tujuan hidup sebenarnya dan kemanakh kita akan kembali akan membantu mereka untuk secara perlahan meninggalkan jaln yang sangat menydihkan itu, semoga

  2. hamba ALLAH
    January 13, 2010 at 3:11 am

    aku butuh bantuan untuk menyembuhakan suamiku dari penyakit gay,aku baru menikah 4bulan tapi ALLAH telah membukakan hatiku siapa suamiku,ketika usia pernikahan kami baru 2minngu,dalam hatiku yakin klo suamiku dapat sembuh,.tapi itu diperlukan waktu yang sangat lama. saat ini suamiku blm mau menggaku klo dirinya seorang gay,.mohon solusinya

    • January 13, 2010 at 6:30 am

      bismillahirrahmanirrahim..
      semoga Alloh senantiasa memberi kesabaran buat anda dan Hidayah untuk suami anda..

      Telah saya jelaskan ayat-ayat mengenai hukuman yang ditimpahkan Alloh kepada kaum Nabi Luth as..
      Mungkin dengan mengingatkan suami anda akan adab Alloh kepada kaum gay (maaf) akan membuat suami anda sadar.
      Ajak suami anda untuk lebih mendekatkan diri kepada Alloh, lebih memperdalam agama dengan mengikuti pengajian2. Karena dengan begitu aktifitas suami anda akan dipenuhi dengan pengingatan kepada Alloh SWT.
      Bersabarlah karena ini semua adalah ujian, yakinlah semua penyakit itu ada obatnya..tinggal bagaimana kita mengajak diri untuk mau sembuh atau tidak.

      Penyakit psikologis seperti itu hanya bisa diobati dengan Dzikir (memperbanyak dzikir kepada Alloh SWT).

      Dan untuk anda, silahkan anda koreksi sikap anda selama ini kepada suami anda. Apakah anda mempunyai sikap keras kepada suami atau anda mungkin merasa anda lebih kuat dari suami anda, hingga suami anda mengalami gangguan mental atau krisis jatidiri. JIka seperti itu, perbaikilah sikap anda kepada suami anda, tunjukan sikap kewanitaan anda di depan suami anda. Yang lemah lembut, sopan, tidak mengeraskan suara ketika anda dan suami anda sedang ada masalah..
      Karena meningkatnya kaum gay disebabkan karena adanya feminisme yang salah kaprah, sehingga laki-laki mengalami krisis jati diri (merasa lemah karena sikap pasangannya yang keras atau pengalaman disakiti oleh pasangannya).

      Namun jika penyakit suami anda itu telah ada dari dlu, saya menyarankan anda untuk melakukan pendekatan lebih kepada yang Maha Kuasa.
      karena hanya Dia lah yang bisa menyembuhkan segala penyakit yang ada di dunia ini.

      Anda tidak perlu pengakuan dari suami anda. Karena akan sangat berat untuk suami anda untuk mengakui itu. Suami anda akan berubah dengan sendirinya dengan tausyiah2 yang rutin.

      ini adalah cobaan yang berat dan akan memberi hikmah dan kebahagiaan yang besar juga jika anda dan suami anda bisa menghadapinya dengan penuh kesabaran dan ketawakalan..amiiin…

      semoga saran saya ini bermanfaat..amiin..
      mungkin teman-teman blogger juga dapat memberi masukan kepada anda dalam memecahkan permasalahan ini.

  3. zhemy
    January 22, 2010 at 7:43 pm

    saya tertarik untuk lebih meneliti hal2 semacam ini, dan pengenmeberikan bimbingna dan perubahan kepada org2 ygtelah terkena penyakit ini,

    • January 28, 2010 at 12:30 am

      Alhamdulillah hingga saat ini saya belum berhenti meneliti terutama di daerah tasikmalaya. Alhamdulillah sampai saat ini saya telah mendapatkan data yang jelas dari sumber yang bisa dipertanggungjawabkan. Bahwa kaum homoseksual di Tasikmalaya meningkat. Mudah2an hasil penelitian saya nanti dapat membuka mata hati semua orang khususnya masyarakat tasikmalaya.

  4. decoll
    August 28, 2010 at 3:01 pm

    Yakin lah, penyakit nie gakan pernah hilang tp bsa di tahan. ga memandang dia dr kalangan manapun. Dr ustad ampe gelandangan pun ada. Rasa2nya susah bgt bin sangat memberantas merek.

  5. rio levi
    February 26, 2011 at 4:14 pm

    Ass,wr,wb
    menyimak bahasan diatas,yg diutarakan oleh sdr Ally Muhamad,yang mengatakan bahwa ada salah satu lesehan yg berada di sekitar jl hz mustofa tepatnya simpang nagarawangi yg ditenggarai digunakan sebagai BASE CAMP kaum GAY..rasanya patut saya memberikan sedikit penjelasan,bahwa pernyataan itu sangat berlebihan dan cenderung sedikit subjectif tanpa penelusuran dan investigasi yg kongkret dan menyeluruh,perlu diketahui bahwa Lesehehan GAUL (mungkin yg anda maksud)memang hanya buka malam hari karena konsepnya kaki lima,dan sebagai omzet point nya adalah memberikan satu tempat makan alternatif khususnya bagi mereka2 yang sengaja ato tidak memiliki aktifitas kerja dimalam hari.seperti yg diketahui bersama,bahwa tasikmalaya lewat jam 12 malam geliat kehidupannya sdh gk ada,jd lesehan ini memberikan alternatif bagi siapa saja yg merasa ingin makan atau sekedar ngopi,adapun suasana lesehannya sendiri berada di pinggir jalan raya,terbuka dan terang benderang.yang menjadi konsumennya sendiri variatif all komunity,ada pelaku hiburan malam (penyanyi,musisi,PL dll),karyawan tempat hiburan malam,para karywn baik instansi pemerintah/swasta yg lg piket malam bahkan para tamu luar kota yg yg kebetulan lewat dan transit di tasikmalaya,jd sekali lagi disini saya cuma mau menjelaskan,bahwa sebagai tempat makan biasa(yg mungkin layoutnya dibuat sedemikian menarik)hanya melayani dan menyajikan menu foodcourt tanpa ada sesuatu yg hiden dan terselubung,adapun siapapun yang datang sebagai konsumen,baik itu hitam ataupun putih,berkelas ataupun tidak,wanita,laki2 atau banci sekalipun kalaw memang itu niatnya ingin mencari makan pasti akan tetep dihargai sebagai konsumen.
    disini saya tidak menyalahkan siapapun termasuk penulis sendiri,saya hanya menganggap semua ini adalah satu resiko usaha dimalam hari,tidak hanya ini tamparannya,lesehan ini pun pernah masuk liputan ANTV,liputan media lokal,tp kenapa sampai saat ini lesehan tersebut masih bisa bertahan?ya karena realita yg sebenarnya lesehan tersebut tidak seperti yang diberitakan segelintir orang,lesehan ini hanyalah sebuah wisata kuliner malam biasa,mungkin karena pembeli/konsumen yg datang kebanyakan orang2 yg baru keluar dari tempat hiburan malam jadi pandangan sebagian orang sedikit negatif dan miring.terus satu pertanyaan buat penulis,andaikan lesehan itu tidak ada,terus mereka makan dan nongkrong di sebuah rumah makan yg buka 24 jam contohnya di McD,Ampera atau Citra Bundo,apakah hal itu juga akan menjadi 1 penomena yg akan diperbincangkan atau sama di anggap sbgi tempat berkumpulnya orang2 maksiat?tentu tidak.nah terakhir dari saya,demi allah disini saya tidak memberikan pembenaran ataupun mengelak dari kenyataan,memang benar lesehan tersebut banyak dan sering di datangi oleh pelaku dunia malam,termasuk GAY,PSK dsbginya,tp jujur merekaq datang hanya sebatas makan tanpa ada aktifitas menyimpang di lesehan,apalagi menganggap lesehan tersebut sbgi basecamp…itu adalah JUDGMENT yang SALAH.Akhir kata marilah kita sedikit membuka mata dan hati kita,disaat sulitnya lapangan pekerjaan,lesehan tsb bisa memberikan 6 orang anak putus sekolah utk didik dan belajar berwiraswasta.Terimakasih,semoga apa yg menjadi kekhawatiran sebagian orang tentang keberadaan lesehan ini,bs menjadikan lesehan ini semakin lebih bisa merapihkan diri agar terlepas dari suudzon dan prasangka buruk.wassalamualaikum,wr,wb.

  6. December 30, 2011 at 3:17 pm

    aslkm pak…
    Sya jg sdng mlakukn pnelitian tntang prkmbangan para homosexs dan sejenisny d tasikmalaya, bnyk informasi yg sya dpt…!
    Jka bpk mw dan brsedia, qta dpt bkerja sma,
    bpk dpt sgera mnghubungi sya utk info lbih lnjut!
    Sya kget skali dg info2 yg sya dpt!
    Kita hrz mnyelamatkn martabat kota ini yg kta org,kota tasik kota santri seribu psantren!
    Sya tnggu konfirmasiny pak!
    Trimakasih
    wasslkm…

  7. February 8, 2012 at 8:56 am

    tak sangka di kota sendiri kaum gay ternyata banyak juga….
    sungguh memalukan….

  8. Hamba Alloh
    December 30, 2013 at 4:03 pm

    Saya seorang santri d slah satu ponpes besar d tasik,saya pun bingung ternyata d ponpes pun gejala gay itu sangatlah nampak dan dianggao biasa bahkan saya pun mulai terjangkit gejala gay ini,bagaimana ini dengan solusinya???

  9. June 24, 2014 at 2:27 am

    Pemilik Lesehan Gaul adalah Kang Rio Levi, fbnya https://www.facebook.com/riolevicoolz, dia juga seorang gay, dalam fbnya ada foto sedang berciuman dengan pacarnya yg lelaki.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s