Home > News > TRAGEDI BERDARAH CIKEUSIK >> Tak butuh penyadaran, tapi pembubaran!

TRAGEDI BERDARAH CIKEUSIK >> Tak butuh penyadaran, tapi pembubaran!

Bismillahirrahmanirrahim

Setelah sekian lama mereda, konfrontasi Islam vs Ahmadiyah kembali terjadi. Kali ini di daerah Cikeusik, Pandeglang Banten yang berbuah 6 orang anggota Ahmadiyah tewas dan beberapa lainnya luka-luka, Minggu 6 Februari 2011. Salah satu penyebab terjadinya peristiwa ini adalah Kepres pembubaran Ahmadiyah tidak kunjung keluar dan itu membuat Ahmadiyah merasa leluasa untuk kembali menyebarkan ajaran sesat mereka.

Meskipun SKB tiga menteri telah diputuskan yang intinya berisi pembinaan Ahmadiyah dari umat Islam bukan pembubaran. Tetapi harus kita sadari bahwa Ahmadiyah bukanlah kelompok kecil yang hanya ada di Indonesia saja. Ahmadiyah adalah sebuah ajaran sesat yang diorganisasir oleh tangan internasional. Jadi, bodoh jika kita semua hanya berpegang pada SKB tiga menteri itu. Ahmadiyah bukanlah anak kecil yang hanya akan diam ketika dicekal oleh keputusan tiga menteri.

Sebuah faham tidak akan pernah berhenti menghembuskan ismenya hanya dengan himbauan untuk bertobat. Apalagi SKB tiga menteri itu hanya berisi tugas yang dibebankan kepada umat Islam dalam bentuk pembinaan dan penyadaran terhadap kelompok sesat ini, bukan ketegasan untuk membubarkannya. Mana bisa? Karena dakwah yang dilakukan Ulama-ulama  telah menjadi bagian hidup umat Islam dan tidak akan pernah berhenti. Termasuk didalamnya mengenai kesalahan dan kesesatan Ahmadiyah.

Buahnya adalah pernyataan tegas dari ketua Ahmadiyah Cikeusik, Parman  saat dia diminta untuk menghentikan aktifitas penyebaran ajarannya. “Lebih baik mati daripada membubarkan diri”, tegansya, Minggu (6/2). Inilah buah dari ketidaktegasan pemerintah, dimana para pengikut Ahmadiyah merasa dilindungi haknya hingga mereka bebas untuk kembali melebarkan sayapnya di negeri berpenduduk Muslim terbesar ini.

Keberadaaan Ahmadiyah adalah sebuah penistaan agama bagi umat Islam. Ketika mereka meyakini ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad SAW, yaitu Mirza Ghulam Ahmad orang India yang di akhir hayatnya ia membusuk karena kusta. Sebuah penghinaan yang menyakitkan hati umat Islam, ketika mereka berkeyakinan bahwa agama mereka juga Islam. Padahal jelas sekali bahwa Islam adalah ajaran terakhir yang dibawa oleh Nabi terakhir Rasululloh Muhammad SAW sebagai penyempurna ajaran-ajaran sebelumnya.

Selain itu, insiden ini juga terjadi akibat kekesalan warga yang mengaku resah dengan aktifitas Ahmadiyah di daerahnya hingga banyak diantara saudara-saudara mereka yang menjadi pengikut aliran sesat itu. Untuk itu beberapa tokoh masyarakat meminta Parman sebagai ketua Ahmadiyah di daerah itu untuk menghentikan kegiatannya dan kembali ke jalan yang benar, yaitu Islam. Karena MUI sudah menyatakan bahwa Ahmadiyah itu sesat. Dan MUI Banten pun sudah mengirim surat kepada Kejaksaan Tinggi Banten mengenai pembubaran Ahmadiyah di Seluruh Banten.
“Sekitar empat bulan lalu MUI sudah sampaikan surat ke Kejati Banten agar Ahmadiyah di Banten dibubarkan. Namun pada kenyataanya masih tetap ada hingga akhirnya terjadi peristiwa itu,” kata Ketua MUI Banten KH Wahaf Afif.(republika)

Selain desakan warga dan saran dari tokoh-tokoh masyrakat, Kapolres Pandeglang AKBP Alex Fauzy Rasyad juga telah menasehati Parman ketika ia bersama istrinya yang berkewarganegaraan Filipina meminta perlindungan ke Polres Pandeglang untuk menghentikan kegiatan itu karena khawatir akan memicu situasi yang tidak kondusif. Namun Parman tidak mengindahkan saran-saran tersebut, dia malah mengeluarkan pernyataan “lebih baik mati daripada membubarkan diri”. Pernyataan ini jelas membakar emosi warga dan seolah menantang warga, begitu tegasnya seperti yang dilansir arrahmah.com (7/2).

Akhirnya insiden ini berbuntut 6 orang anggota Ahmadiyah tewas dan lainnya luka-luka serta 1 orang warga yang tangannya terkena bacokan anggota Ahmadiyah dan hampir putus, arrahmah.com. Namun hampir semua media massa dan media elektronik yang mengambil sumber dari Kepolisian hanya menyebut 3 orang tewas dan 5 luka-luka. (detik.com,mata.com, kompas dll)

Meskipun begitu, pihak Ahmadiyah sendiri menyangkal mereka telah menyebarkan keyakinannya di Cikeusik. Pihak Ahmadiyah beralasan bahwa tindakan yang dilakukan Suparman (Parman) yang sering bertandang ke rumah-rumah warga Cikeusik itu hanyalah silaturahmi saja. Begitu kata Mubarik, Humas Ahmadiyah. (detik.com)
Namun jika hanya sekedar silaturahmi, lalu kenapa sampai saat ini sudah ada beberapa warga yang menjadi pengikutnya.

Insiden ini memang telah mencoreng muka kemanusiaan di Indonesia, tapi pencorengan dan penistaan Agama yang dilakukan Ahmadiyah terhadap Islam lebih menyakitakan hati Umat Islam. Jika saja Ahmadiyah mau mengganti nama agamanya Agama Ahmadi, mungkin semua ini takan terjadi. Persoalannya bukan sebatas kekerasan yang terjadi di Cikeusik telah menodai Demokrasi Pancasila yang menjungjung tinggi kebebasan. Tapi, persoalannya adalah jika kita dihina dan dinodai hingga dijatuhkan harga dirinya, apa yang akan kita lakukan?

Islam adalah agama yang sangat menghargai perbedaan kepercayaan. Islam bukanlah agama yang menjungjung tinggi kekerasan, tetapi ketika Islam selalu menjadi bahan cemoohan dan selalu di diskreditkan, maka jalan apapun yang diperintahkan oleh Alloh untuk menghancurkan para penghina itu akan kami jungjung tinggi, termasuk membunuhnya, seperti apa yang dilakukan oleh Khilafah setelah wafatnya Nabi yang memerangi Nabi-Nabi palsu dan para pengikutnya.

Dan Ahmadiyah jelas, mereka adalah golongan yang menyatakan ada Nabi setelah Nabi Muhammad dan membajak KItab Suci Al Qur’an. Serta menamakan dirinya sebagai Islam Ahmadiyah. Apakah itu bukan sebuah penghinaan. Jalan pertama yang umat Islam lakukan pun bukan dalam bentuk kekerasan, tetapi permintaan kepada pemerintah untuk membubarkan Ahmadiyah. Hasilnya? Tidak ada ketegasan! Hanya butir-butir SKB yang keluar sebagai pereda amarah umat Islam, bukan ketegasan kepada aliran sesat ini.

Dan sepertinya pemerintah sendiri tidak akan bisa berbuat apa-apa dalam hal ini, karena apa yang mereka jungjung tinggi bukalah Islam, tetapi kebebasan. Kebebasan beragama dan berkeyakinan, itulah konsekuensi demokrasi. Meskipun para pejabat dan presidennya beragama Islam yang seharusnya menjadi bagian yang terhinakan akan adanya Ahmadiyah ini.

Tetapi ketika demokrasi mereka di olok-olok dan di hujat, mereka akan berdiri dan lantang bersuara untuk membela, sembari lupa akan seragama agama mereka yang selama ini dihina.

Untuk itu, inilah pe er besar untuk umat Islam. Persoalan Ahmadiyah ini bukanlah masalah mereka. Karena mereka tidak akan pernah membubarkan Ahmadiyah, sedangkan pembinaan yang harus dilakukan oleh umat Islam akan sangat sulit jika organisasinya sendiri masih berdiri. Sampai kapanpun mereka akan tetap memberi ruang kepada Ahmadiyah untuk hidup dan berkembang. Dan mereka akan terus mempersempit pergerakan umat Islam. Ahmadiyah harus dibubarkan sebelum mereka disadarkan.

Waalohualam bishowab.

 

Advertisements
Categories: News
  1. kang dimen
    February 7, 2011 at 11:14 am

    apa benar pembubaran menjadi solusi, mungkin malah terjadi pembantaian besar-besaran terhadap warga ahmadiyah pasca pembubaran…mereka akan diburu dan dibunuh, karena lha wong dengan adanya SKB aja mereka masih bisa membunuh warga ahmadiyah apalagi setelah pembubaran…

    • February 7, 2011 at 11:27 am

      Bukankah SKB hanya berisi pembinaan??
      Kita disuruh membina, sedang organisasinya di lindungi,,bisa???

      Alasan pembunuhan itu, karena ketua mereka menantang..dan saat massa mendatangi ruman Parman, kelompok ini sudah siap dengan senjata2 tajamnya.

      Orang Murtad itu hukumnya dibunuh,,

  2. hamba Allah
    February 7, 2011 at 11:57 am

    sesat atu tidak sesatnya suatu agama ataupun aliran, bukan manusia yang menilainya..perbedaan adalah sunatullah.knpa tidak qt hargai sj perbedaan itu???

  3. Jhon Saputra
    February 8, 2011 at 2:32 pm

    Kita kan negara berbbineka tunggal ika, jadi berbeda-beda tetapi tetap sagu juga, jadi menurut saya beda gak papalah, yang penting kita bersatu.

    • February 8, 2011 at 4:25 pm

      masalahnya bukan perbedaan disini..
      tetapi ajaran lain yg mengaku2 Islam….dan ketika mau di luruskan,,mereka malah menantang,,,

  4. hasnawi raidon
    August 25, 2012 at 2:31 am

    Nabi palsu? memang nabi yang kalian imani selama ini benar-benar nabi?

  5. October 11, 2012 at 3:32 am

    Nabi MUHAMMAD SAW adalah PENUTUP PARA NABI DAN ROSUL.. itu Intinya… siapapun yang mengaku Nabi Setelah Beliau.. sUDAH PASTI PALSU..!!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s