Home > Hikmah > Syaikh Abu Bashir FA : Revolusi yang tidak diinginkan

Syaikh Abu Bashir FA : Revolusi yang tidak diinginkan

Kita berharap jihad kaum muslimin di dunia Arab khususnya di Tunisia dan Mesir tidak mengulang kesalahan di masa lalu. Cukup sudah antek-antek Zionis-salibis menikmati jerih payah dan pengorbanan putra-putra terbaik umat, karena momen seperti ini sangat jarang terjadi untuk kedua kalinya.

Dan kemenangan dan kekuasaaan dalam mencapainya seperti yang digambarkan oleh salah satu ‘ulama, “sesuatu yang tidak bisa direbut dengan jihad dan senjata maka tidak mungkin bisa direbut dengan sikap pasrah dan menyerah”.

Untuk pelajaran bagi kaum muslimin yang hendak menegakkan kemuliaan agama ini dengan tauhid dan jihad, ada beberapa pesan dari salah satu ‘ulama yang hari ini mendekam di penjara thaghut Inggris, sebagai bahan renungan ketika keadaan seperti di dunia arab menghampiri kaum muslimin.

….penggulingan penguasa musyrik yang membuat hukum tandingan syariah adalah bagian dari jihad….

Walaupun konteks nasihatnya untuk yang berjihad, namun penggulingan penguasa musyrik yang membuat hukum tandingan syariah adalah bagian dari jihad, hal ini seperti yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW:

“Berjihadlah terhadap orang-orang musyrik dengan harta, jiwa dan lidah kalian” (HR. Abu Dawud, Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah, Al-Hakim. Shahih).

Inilah nasihat beliau kepada seluruh aktivis yang bergelut di medan yang mungkin sangat sedikit yang mau dan mampu untuk menerjuninya;

Kami tidak menghendaki jihad yang timbul akibat kebosanan, tidak sabar atas kenyataan maka dia mencari kematian untuk beristirahat lari dari kebosanan.
Kami tidak menghendaki jihad karena hawa nafsu sesaat supaya dikatakan si fulan telah berjihad di sini dan di sini, namun apabila nafsu itu lenyap, selesailah semua amal jihad itu tak bersisa.

Kami tidak menghendaki jihad karena ketergesa-gesaan, memanen buah sebelum waktunya matang. Barangsiapa tergesa-gesa dalam suatu amalan sebelum waktunya, diharamkan memperolehnya. Perkara jihad sesuatu yang agung tidak ada yang dapat teguh padanya kecuali seseorang yang sabar menanti.

Kami tidak menghendaki jihad karena alasan melarikan diri dari situasi sulit yang sedang dihadadapinya atau lari dari tugas mengemban suatu amanat ummat.

Kami tidak menghendaki jihad yang tidak menimbang maslahat dan mafasid (kerusakan), yang tidak menimbang mana prioritas dan mana yang harus diakhirkan. Tidak peduli pada perkara-perkara syari dan pemikiran matang.

Kami tidak menghendaki jihad yang pasukannya menuju medan perang sebelum melalui batasan minimum i’dad (persiapan), lalu mudahlah dikalahkan oleh musuh.

Kami tidak menghendaki jihad demi kemaslahatan thaghut lalim. Apabila mereka mengijinkan beragkatlah pasukan itu dan jika mereka tak mengijinkan mereka pun mematuhi.

Kami tidak menginginkan jihad yang anggotanya terdiri dari para thaghut dan thaghut, maka berloyalitas pada thaghut dan bermusuhan dengan thaghut.

Kami tidak menghendaki jihad untuk melengserkan kekuasaan thaghut agar digantikan dengan thaghut lain, kekufuran dengan kekufuran bentuk lain, sistem negara yang rusak dengan sistem negara yang rusak lain.

Kami tidak menghendaki jihad hanya untuk meraih puncak cita-cita tertinggi mati syahid lalu tidak peduli dengan kelangsungan perjuangan selanjutnya, tidak peduli pada fase-fase pembangunan pondasi dan bangunan Islam serta peraihan tujuan.

Kami tidak menghendaki jihad yang buahnya dipetik oleh thaghut zalim, seakan-akan kita dijadikan tameng dan kematian sedang mereka dengan konspirasi yang mereka susun memetik buahnya. Tujuan serta planing mereka tercapai sedang taktik mujahidin hancur lebur.

Inilah macam-macam jihad yang tidak kami inginkan, tidak kami seru dan tidak pula kami dukung. Semoga dapat kiranya kita mengambil iktibar.

Wallahu A’lam !

voa-islam.com

Advertisements
Categories: Hikmah
  1. November 2, 2011 at 5:52 pm

    berjihadlah melawan kemiskinan, kebodohan, korupsi, kekerasan, teroris, ………………. !!! barangkali itu lebih utama dan mulia di negeri tercinta yang belum ada penyelesaian dari dulu hingga sekarang..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s