Home > Gudang Sastra > Hanya Rindu

Hanya Rindu

aku titip salam pada angin timur

dari dermaga rindu menuju muara cintamu

suara angin berteriak-teriak di telinga

menyambar keheningan yg menyelimut jiwa

sedalam apa aku bicara, samudera takan mampu menerka

biarlah hanya sekedar perbincangan jiwa ke jiwa

antara aku dan dirimu…bunda

kini hanya engkau satu, punggawa gubuk itu

ia kokoh diatas pondasi akidah bertiang solat beratap akhlak dan doa-doa

tangguh menelan pahit beban sekelumit bumbu-bumbu hidup

tak goyah diterjang fitnah, tak rubuh ditabuh reruntuhan amarah

hanya sedikit lusuh dimakan waktu dan renta dimakan usia

Namun megah nan kaya akan hiasan-hiasan surga

Kini kami jauhkan pelukan mata padanya

kami pisahkan rengkuhan raga darinya

berbekal amanah berseragam doa

kan kami hantarkan kebanggaan

hingga merekah senyumu, meski kami antar dengan raga yg tiada

Tak perlu ragu akan isi perut

tak usah silau dengan gemerlap fatamorgana dunia

ia hanya menipu dan memanja sementara

karena kita tengah berjuang untuk bersenang-senang selamanya

di tempat yang dijanjikanNya

Ally Muhammad (AM) Wednesday, April 27, 2011 at 10:06am

Advertisements
Categories: Gudang Sastra
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s