Home > Ebook > Thoifah Al Mansuroh (Syaikh Abu Qotadah AL Filisthini)

Thoifah Al Mansuroh (Syaikh Abu Qotadah AL Filisthini)

Mukadimah

Segala puji bagi Allah. Kami memuji, meminta pertolongan, dan memohon pertolongan kepada-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri-diri kami dan keburukan amal-amal kami. Barangsiapa yang diberinya petunjuk, maka tidak akan ada yang menyesatkan bagi dirinya; dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang menunjukinya.

Saya bersaksi bahwa tidak ada Ilah -yang berhak diibadahi- selain Allah, tidak sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.

Shalawat dan salam semoga senantiasa ditujukan kepadanya.

 

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu, yang telah menciptaan kamu dari jiwa yang satu, dan darinya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah, yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu ama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (An-Nisâ’: 1)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Ali ‘Imrân: 102)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan  mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (Al-Ahzâb: 70-71)

Amma ba’du,

Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kalam Allah (Al-Qur’an), sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW (As-Sunnah), dan sejelek-jeleknya urusan adalah perkara-perkara baru yang diada-adakan (dalam agama). Setiap yang diadaadakan adalah bid‘ah, setiap bid‘ah adalah sesat, dan setiap kesesatan adalah di neraka. Pada masa sekarang ini -di mana kaum muslimin hidup dalam keadaan hina dan nestapa- umat Islam telah kehilangan rambu-rambu petunjuk dan kebenaran. Telah terputus tali Allah yang menghimpunkan mereka di atasnya, yaitu tali kekuasaan dan kepemimpinan di muka bumi. Mereka minder dan merasa kerdil di hadapan diri sendiri, apalagi di hadapan musuh-musuh mereka. Kebatilan merajalela dan arogan di negerinegeri mereka, sehingga arus kemurtadan lebih kuat dan lebih dominan serta semakin kokohlah tali ikatan kejahatan antara orang-orang murtad dari dalam negeri dengan orang-orang kafir tulen dari luar negeri. Sementara umumnya kaum muslimin justru sibuk dengan permainan dan hal yang sia-sia. Jamaah-jamaah dan kelompok-kelompok Islam saling menyeru kepada pikiran, pendapat, serta ijtihad tokoh-tokohnya yang jauh dari petunjuk dan cahaya dari Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya SAW. Orang-orang yang berpegang teguh kepada petunjuk tersebut menjadi semakin asing, namun semakin bertambah rindu jiwa-jiwa mereka kepada janji Allah yang akan tiba: menang atau syahid!

Pada masa-masa seperti sekarang -di mana kebenaran menjadi asing, para pembelanya menjadi terasing dan ditimpa berbagai macam ujian dan cobaan dan dalam keadaan demikian, kami suguhkan risalah kami ini kepada kaum muslimin, dengan harapan semoga Anda sekalian dapat menyaksikan kebenaran dari celah-celahnya dan menunjukkan Anda kepada jalan yang lurus. Kami meyakini bahwa kami bukanlah golongan yang pertama kali muncul di zaman ini. Kami hanyalah salah satu mata rantai dari beberapa mata rantai dari kelompok ini, yaitu Thâ’ifatul Haq wal Jihad (kelompok

pengusung kebenaran dan jihad). Dengan pertolongan Allah dan taufik-Nya, kami akan menjalankannya dan berpegang teguh dengannya selama hayat masih di kandung badan, selama nafas masih berhembus dan selama tubuh kami masih berkeringat. Tujuan dan maksud kami hanyalah untuk beribadah kepada Allah, kemudian mengalahkan dan menewaskan musuh-musuh agama. Allah Ta’âlâ berfirman:

Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah. dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal shaleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,  (At-Taubah: 120)

Wahai Muslim, kartu kami ini memang singkat. Dengan taufik, izin, dan pertolongan Allah, akan menyusul kartu-kartu lain sesudahnya. Adapun yang pertama kali menyusul -Insya Allah- :

(1) Bahwa setiap pendapat yang ada akan Anda saksikan memiliki dalil yang terang, sehingga orang yang berjalan di atasnya mendapatkan petunjuk dengannya. Dia tidak akan rendah dan hina, bahkan baginya tidak ada penisbahan yang lebih baik dari segala penisbahan yang dimiliki manusia, seperti Kûnû rabbâ niyyîna “Hendaklah kamu menjadi Rabbaniyyin” (Ali Imran: 79), yaitu sebagai ulama, ahli hikmah, fuqaha’, ahli ibadah, dan ahli takwa (Tafsîr Ibnu Katsîr: I/385).

Kami telah menyegerakan penulisan kartu atau risalah ini bagi Anda, yang terkandung di dalamnyaapa yang kami ketahui dari kebenaran, karena arti penting dan peranannya. Kami akan hadir kembali bersama Anda dalam beberapa risalah yang lain – Insya Allah- dengan dalil-dalil yang benar dan jelas.

(2) Ada di antara saudara-saudara Anda yang tengah mempersiapkan diri dan harta mereka untuk menandatangani transaksi perjanjian, sebagaimana yang telah ditandatangani oleh para pendahulu mereka.

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.  (At-Taubah: 111)

Kami berada di atas hidangan Allah ‘Azza wa Jalla. Kami serba tak berdaya dan lemah, namun kami tamak dalam menambah kebaikan dan di hadapan musuh-musuh Allah ada kekuatan yang tak terkalahkan.

Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong. (Al-Furqan: 31)

Wahai Muslim, jika Anda melihat dan mengetahui kami, maka bergabunglah bersama kami. Anda memiliki beban terhadap saudara-saudara Anda.

Wahai Muslim, jika Anda tidak bisa bergabung bersama kami, maka ketahuilah bahwa apa yang terkandung dalam risalah ini juga menjadi beban kewajiban Anda secara pribadi untuk berilmu dan berjihad. Ketahuilah, Anda tidak akan mampu untuk menjadi seperti shahabat Abu Bashir RA .

Inilah jalan kami, jalan yang telah dilalui oleh para nabi, shiddiqîn, syuhadâ’, dan orang-orang yang shalih. Bersegeralah mendatangi Allah dengan segala sesuatu yang Anda miliki. Janganlah Anda menganiaya diri sendiri dengan tidak menunaikan haknya.

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Ali Imran: 139)

Klik to download

SyaikhAbuQatadahAl-Filisthini-ThaifahManshurah

 

Advertisements
Categories: Ebook
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s