Home > Gudang Sastra, Journally > Karena Cinta itu Bijaksana (Seharusnya)

Karena Cinta itu Bijaksana (Seharusnya)

Jelang waktu mendekap cerita

Sebesit tanya kini menggurita

Menjangkit sekujur jiwa, lalu kaku memberi makna

Hampir saja karam dibuatnya

 

Inai hujan membangunkan

Kilau mentari menyadarkan

Masih akan bangkit pagi bersama Surya yang terbit

Setelah senja berduka dan malam yang gulana.

 

Karena cinta itu bijaksana..

 

Renungan membawa pada realita

Mengayuh kesadaran hingga terenyuh keikhlasan

Pagi yang kan datang dengan siluet harapan..

Kebersamaan atau ditinggalkan..

 

Gundah memudar seiring sadar berpendar

Resah menguap bersama sabar bersinar

 

Kan ada lagi bahagia bernyanyi merdu

Kala semua hati kian tegar melaju

Halangan apa yang kan merintangi

Keyakinan itu adalah kekuatan yang tak tertandingi

 

Hingga semua hati menyadari,

Bahwa seharusnya….Cinta adalah kebijaksanaan….

 

 

Arjasari, 27 Juli 2012 | 8 Ramadhan 1433 H

Friday, 20.16 WIB

Advertisements
Categories: Gudang Sastra, Journally
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s