Home > Journally > Membaca motif serangan Kelompok Militan kepada aparat.

Membaca motif serangan Kelompok Militan kepada aparat.

Rentetan aksi penyerangan kepada aparat kepolisian terjadi di Solo. Pada tanggal 17 Agustus 2012, dua orang polisi terluka parah akibat ditembak oleh orang tak dikenal ketika mereka sedang berjaga di Pos Pengamanan Polisi Gamblegan, Solo. Keesokan harinya sebuah granat dilempar orang tak dikenal ke Pos Pengamanan (Pospam) Lebaran 1433 H di perempatan Gemblekan Serengan Solo. Lalu jum’at 31 Agustus 2012, seorang anggota Densus 88 menjadi korban tewas setelah terjadi baku tembak antara 2 orang tak dikenal dengan Densus88 dalam operasi penyergapan yang dilakukan oleh satuan Densus88 di Jalan Veteran, Tipes, Solo. Tiga orang aparat lainnya mengalami luka-luka. Dalam peristiwa tersebut 2 orang target penyergapan pun gugur setelah diberondong tembakan aparat.

Penyerangan yang disinyalir pihak kepolisian dilakukan oleh aktivis Islam ini telah melukai sedikitnya 3 orang aparat kepolisian dan menewaskan satu orang anggota Densus 88. Diketahui, salah satu pihak pelaku penembakan bernama Farhan yang diduga pernah bergabung dengan gerilyawan Abu Sayaf di Philipina. Namun hingga saat ini pihak Polri belum memastikan apakah 2 korban tewas pelaku penembakan ini adalah pelaku yang sama pada penembakan-penembakan di kota Solo beberapa waktu lalu. Demikian keterangan yang disampaikan oleh pihak Polri, Brigjen Boy Rafli Amar.

Lalu apa motif penyerangan ini? Mungkinkah ini adalah imbas dari kesewenang-wenangan densus88 dalam menangkap dan membunuh orang-orang yang dicurigai sebagai anggota “teroris”? Atau ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah? Wallohu’alam.

Memang selama ini densus88 selalu mengambil langkah represif dalam melakukan aksinya. Sudah sekian banyak umat Islam yang baru dicurigai mempunyai keterkaitan dengan kelompok “teror” ditangkap bahkan ditembak ditempat. Langkah ini jelas telah menyuburkan aksi perlawanan aktivis terhadap aparat. Buktinya sudah hampir tujuh kali peristiwa serangan kepada aparat yang disinyalir dilakukan oleh aktivis Islam terjadi di negeri ini. Diantaranya adalah penyerangan terhadap Polsek Hamparan Perak Sumut, bom rakitan di Pos polisi Kalimalang Bekasi, penyerangan polsek di Palu, bom masjid di Polres Cirebon dan 3 aksi yang terjadi di Solo.

Aksi-aksi seperti ini kerap dilakukan oleh pejuang-pejuang Islam di Irak dan Afghanistan dengan alasan para aparat ini telah murtad karena telah melindungi kepentingan penjajah Amerika di negeri mereka. Jika aparat di negeri ini telah ikut melindungi kepentingan Amerika dan menjadi kepanjangan tangan mereka, bisa jadi ini juga yang menjadi alasan penyerangan kelompok militan terhadap aparat di negeri ini. Wallohu’alam Bishowab. (journally)

Advertisements
Categories: Journally
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s