Home > Gudang Sastra > Titip Rindu Untuk Ayah

Titip Rindu Untuk Ayah

Sekotak dunia tak kau pedulikan.
Seluhur-luhurnya tauhid kau perjuangkan.
Ketidakrelaanmu akan kesyirikan yang membelenggu manusia kini telah kami artikan.

Kini hanya gembur tanah pekuburan memberi bukti,
serta bulir keringat yg melekat di dahi yg kulihat terlahir kali 20 Februari…….5 tahun silam

Bukan niyahah, tapi kebanggaan yang selalu merekah dalam kenangan serta peluh lelahnya yang harus dilanjutkan.

Titip rindu buat ayah. 🙂

Wed, Feb 20 2013 | 09:51 pm

Advertisements
Categories: Gudang Sastra
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s