Home > Journally > Tolak Kemaksiatan, Miss World, Tolak Hukum Penopangnya.

Tolak Kemaksiatan, Miss World, Tolak Hukum Penopangnya.

TOLAK MW

Setelah kedatangan artis porno Miyabi dan Lady Gaga yang berhasil dibatalkan oleh aksi penolakan masyarakat Indonesia, kini masyarakat Indonesia harus kembali turun ke jalan untuk membatalkan pagelaran wanita telanjang se-dunia, Miss World 2013. Yang akan diselenggarakan di Indonesia tepatnya di Bali dan Sentul Bogor. Dari mulai masyarakat umum, ormas, pejabat, ulama hingga tokoh-tokoh politik sepakat menolak acara ini diadakan di Indonesia. Bagaimana tidak, Indonesia yang jumlah penduduk Muslimnya terbesar di dunia ini akan dipermalukan dengan menjadi tuan rumah pagelaran aksi telanjang pelacur-pelacur kelas dunia.

Tapi di tengah gelombang penolakan itu ada juga orang-orang yang malah menjadi pendukung diselenggarakannya acara tersebut. Hanya dengan alasan mempromosikan pariwisata Indonesia mereka rela menjadikan negeri ini sebagai ajang kemaksiatan tingkat dunia. Termasuk gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan yang tidak lain adalah gubernur pilihan umat Islam Jawa Barat yang juga berasal dari partai yang menamakan dirinya sebagai partai dakwah. Ia mendukung Miss World yang rencananya akan diadakan di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, pada 28 September 2013. Innalillahi.

“Ajang Miss World ini berbeda dengan ajang sejenis lainnya karena saat puncak acara tidak menggunakan bikini, Insya Allah lebih sopan,” kata dia usai menerima kunjungan Miss Indonesia 2012, Ines Putri Tjiptadi Chandra dan RCTI di Bandung, Kamis 4 april 2013 silam kepada antaranews.

Selain itu, promosi pariwisata juga menjadi alasan dukungannya terhadap acara itu.

“Ini tentu kita harus menampilkan kerahmatamahan Jawa barat, promosi Jabar karena pariwisata di sini layak untuk dinikmati,” tambahnya.

Bahkan beberapa saat yang lalu, Aher membuat keputusan final yang menyatakan bahwa ia tidak bisa menolak pagelaran maksiat tersebut. Ia berkilah bahwa izin acara tersebut bukan darinya tapi dari Mabes Polri.

“Izinnya bukan dari Gubernur, tapi dari Mabes Polri,” katanya

Ketidakjelasan Aher tersebut sangat disayangkan oleh banyak pihak khususnya umat Islam Jawa Barat. Sebagai kepala daerah yang berasal dari partai dakwah harusnya ia bisa tegas berpihak kepada umat Islam. Modal jabatan yang ia emban ternyata tak mampu membawa perubahan apa-apa bahkan untuk hal kecil seperti ini, apalagi cita-cita menegakan Syariat Islam seluruhnya.

Kini lebih dari 70 ormas Islam beserta MUI dan tokoh-tokoh bangsa menolak Miss World 2013. Mereka sudah turun ke jalan menuntut dibatalkannya acara tersebut. Kecaman tinggalah kecaman, namun Hary Tanoesoebidjo sebagai pemilik MNC official broadcaster acara itu yang juga cawapres dari partai Hanura mendampingi Wiranto, tetap akan menayangkan Miss World 2013.

Misi zionisme begitu kental dalam acara tersebut. Miss World adalah cermin liberalisme, kapitalisme, eksploitasi, dan rusaknya moral manusia. Yang jika digelar di Indonesia akan sangat bertentangan dengan budaya asli negeri ini. Negeri yang dulunya dikenal dengan budaya timurnya yang menjungjung tinggi kesantunan, kini telah berubah arah. Demokrasi yang membawa kebebasan berekspresi itu telah menggusur budaya ketimuran kita.

Harusnya kita sebagai masyarakat Indonesia merasa dipermalukan dengan akan diselenggarakannya acara tersebut. Sebagai manusia Indonesia yang dikenal dengan budaya timurnya serta sebagai umat Islam yang dengan keras melarang ajang umbar aurat itu kita harus merasa tertantang untuk menolak diadakannya acara tersebut.

Bukan hanya MissWorld

Namun penolakan umat Islam itu akan dirasa berat sebelah jika kita hanya mengekspos penolakan kepada ajang kemaksiatan Miss World saja. Karena pada kenyataannya masih begitu banyak acara-acara dengan konsep serupa yang masih tayang bebas di negeri ini.

Bukan cuma MissWorld yang harus kita tolak, tapi umat Islam juga harus tegas terhadap semua ajang pamer aurat di negeri ini. Acara-cara  Tv di Indonesia juga masih banyak yang mempamerkan aurat wanita. Naïf jika kita hanya keras terhadap manusia-manusia barat yang mengumbar aurat karena mereka memang tidak mengenal batasan-batasan itu. Sedangkan generasi umat Islam di negeri ini kita biarkan. Padahal kemaksiatannya sama.

Kontes-kontes hiburan yang ada di negeri ini adalah miniatur dari kontes-kontes serupa di negara-negara barat. Mulai dari Indonesian Idol, X-factor, Indonesia Got Talent dll, semua adalah kopian dari negara penganut kebebasan Amerika sana. Konsepnya sama, perbedaannya mungkin hanya tanpa bikini saja. Kalo tujuan kita mau membubarkan ajang maksiat, harusnya kita bubarkan juga acara-acara serupa yang ada di negeri ini.

Kenapa semua itu bisa bebas ada disini?

Anda tahu kenapa semua ajang kemaksiatan itu bisa dengan bebasnya hadir di tengah-tengah umat Islam di negeri ini? Alasannya ada pada hukum dan undang-undang yang diterapkan di negeri ini. Karena hukum yang berlaku di negeri ini tidak melarangnya.  Tidak ada pasal khusus pelarangan masksiat di negeri ini. Pasal anti pornografi dan pornoaksi pun baru lahir setelah ada desakan dari umat Islam juga dengan isi dan penerapan yang tidak jelas. Lihat saja isi pasal tersebut begitu tegas melarang pornografi dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.

Kenyataannya, kenapa semua bentuk yang dilarang itu masih begitu mudah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dari mulai acara televisi hingga realita pergaulan sehari-hari. Lalu untuk apa semua aturan itu dibuat?

Negeri ini telah sejak lama menjadi negeri penganut kebebasan. Demokrasi yang dianut oleh pemerintah Indonesia ini adalah tanda bahwa negeri ini adalah negeri jajahan negara kafir, karena demokrasi lahir dari rahim liberalisme yang mereka anut. Selama demokrasi masih menjadi dasar Negara kita ini maka selama itu pula segala macam kemaksiatan akan bebas hidup di negeri ini dan selama itu pula kita harus bejibaku melawannya.

Sebagai umat Islam kita diwajibkan untuk melaksanakan seluruh syariat yang diperintahkan oleh Alloh SWT, lalu bagaimana kita bisa menunaikannya sedangkan banyak sekali syariat Alloh yang bertentangan dengan hukum yang berlaku di Negara ini dan negara ini tidak mau memberlakukan syariat Alloh tersebut. Akhirnya kita dituntut untuk memilih, mau menegakan Syariat Alloh yang akan menyelamatkan kita di akhirat nanti atau mendukung Syariat demokrasi yang jelas tidak akan memberi kita apa-apa selain kerugian di dunia dan Akhirat.

Presidennya SBY sebagai kepala Negara yang beragama Islam pun tidak bisa berbuat apa-apa. Mana suara SBY sebagai umat Islam yang mengaku bahwa Islam itu Maha Benar dan sempurna? Kenapa diam? Kenapa dia biarkan semua realita kebobrokan moral bangsa ini? Karena dia tahu sistem negara ini tidak punya hak buat melarangnya karena memang sistem ini ada untuk melanggengkan semua kemaksiatan. Dari maksiat-maksiat kecil hingga maksiat terbesar, yaitu Kemusyrikan. Pertanyaanya, lantas untuk apa umat Islam ini berlomba-lomba jadi pemimpin, jadi anggota dewan?

Akhirnya sebagai umat Islam yang beriman kepada Alloh SWT dan mencintai syariat yang Alloh SWT tetapkan untuk kita, maka lahirlah sebuah pertanyaan berat.

Apa yang seharusnya kita bubarkan.. Ajang Kemaksiatan Miss World atau Hukum yang membiarkan semua kemaksiatan itu ada? (journally)

Wallohu’alam Bishshowab.

Advertisements
Categories: Journally
  1. September 6, 2013 at 1:08 pm

    tolak Demokrasi !! Tolak Miss Word !!!

  2. siti jenar
    October 1, 2013 at 4:42 am

    fanatik banget…..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s