Home > News > Umat Islam Tasikmalaya Tuntut Penutupan Tempat-tempat Maksiat

Umat Islam Tasikmalaya Tuntut Penutupan Tempat-tempat Maksiat

Ketua FPI Tasikmalaya, Acep Sopyan

Tasikmalaya – Sejumlah Ormas Islam, elemen pesantren dan majelis ta’lim se-Tasikmalaya menggelar aksi menuntut penutupan tempat-tempat hiburan mesum di Tasikmalaya. Mereka mulai berkumpul di depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya sejak dzuhur dan berorasi hingga pukul 16:00 WIB (22/10/13).

Aksi ini dilakukan atas dasar keprihatinan umat Islam Tasikmalaya terhadap semakin maraknya tempat-tempat mesum berkedok kafe-kafe dan karaoke keluarga. Selain itu menurut laporan warga dan investigasi beberapa pihak bahwa ada penari telanjang di salah satu tempat karaoke di Jl. Yudhanegara, kota Tasikmalaya.

Harumnya nama Tasikmalaya sebagai Kota Santri semakin hilang digerus kemaksiatan-kemaksiatan yang merajalela dan terorganisir. Pemerintah seolah menutup mata akan keadaan Kota Tasikmalaya yang semakin dipenuhi oleh tempat-tempat maksiat.

Aksi berlangsung tertib meskipun sempat memanas oleh pernyataan seorang orator wakil dari elemen pesantren yang justru melemahkan semangat pendemo. Dalam orasinya dia menyatakan bahwa umat Islam tidak berhak menutup tempat tersebut karena yang berhak menutup tempat tersebut adalah pemerintah dengan alasan umat Islam tidak punya kekuatan dan umat harus mengikuti prosedur pemerintah.

Wakil Elemen Pesantren

“Kita (umat Islam-red) tidak berhak menutup tempat tersebut karena yang berhak menutup tempat tersebut adalah pemerintah, kita tidak punya kekuatan, kita harus mengikuti prosedur pemerintah”, tegasnya.

Sontak massa pendemo marah dan tidak setuju atas pernyataan tersebut. Sang ajengan pun langsung diturunkan dari podium orasi. Sempat terjadi kericuhan namun massa bisa ditenangkan.

Aksi berhenti ketika adzan ashar, massa pun melakukan sholat Ashar berhamaah. Setelah ashar, di adakan negosiasi tertutup antara perwakilan massa dengan pihak pemerintahan, Kapolresta, Pemkot dan Satpol PP kota Tasikmalaya. Hasilnya adalah bahwa tempat hiburan tersebut di “tutup sementara” oleh Pemkot Tasikmalaya.

Setelah negosiasi selesai, perwakilan ormas mengumumkan hasil negosiasi tersebut kepada massa bahwa tempat hiburan tersebut di tutup sementara. Tak lama setelah itu, FPI selaku koordinator aksi melalui ketuanya, Acep Sopyan langsung memerintahkan massa membubarkan diri tanpa harus menyaksikan prosesi penyegelan tempat hiburan tersebut.

Massa kecewa, keinginan mereka untuk mensegel langsung tempat-tempat hiburan tersebut pun urung di lakukan karena korlap aksi langsung memerintahkan massa untuk membubarkan diri dengan ultimatum jika ada anggota aksi yang tidak membubarkan diri berarti provokator.

Salah seorang peserta aksi yang tidak mau disebutkan namanya menyatakan kekecewaannya saat diwawancarai. Ia mengatakan bahwa ia dan teman-temannya sangat kecewa dengan pernyataan perwakilan pendemo dan hasil negosiasi.

“Bukan ini keinginan kami dan umat Islam. Kami ingin semua tempat maksiat di kota ini tutup selamanya, bukan sementara. Kami juga menyayangkan pernyataan perwakilan pendemo tadi ” keluhnya.

“Dia sama sekali tidak mewakili kami.” tegasnya kecewa.

Aksi berlangsung dengan pengamanan ketat dari aparat keamanan yang menurunkan pasukan Brimob Polda Jabar, Dalmas dan TNI.

Reporter : Abu Hazmi

Redaktur : Amaif

Advertisements
Categories: News
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s