Archive

Archive for the ‘Maktabah’ Category

Dampak Negatif Hukum Positif

 Dampak Negatif Hukum Positif

Syaikh ‘Abdul Qoodir Bin ‘Abdul ‘Aziiz

Menjalankan hukum ciptaan manusia pada sebuah negara menimbulkan dampak yang sangat berbahaya terhadap:

1-      Penguasanya

2-      Para pembela dan tentara penguasa tersebut

3-      Negara itu sendiri

4-      Kaum muslimin secara umum

5-      Ahlul Kitab yang berada di dalam negara tersebut

6-      Melaksanakan hukum ciptaan tersebut

Berikut ini penjelasan singkat tentang dampak-dampak yang berkaitan dengan hal-hal di atas:


Pertama:

Dampak Memberlakukan Hukum Ciptaan ManusiaTerhadap Penguasa.

 

Yang dimaksud dengan penguasa disini adalah pemimpin negara, sama saja pemimpin tersebit presiden atau raja, yang memerintah berdasarkan hukum tersebut dan memerintahkan untuk menjalankan hukum tersebut. Pemimpin ini hukumnya kafir kufur akbar, berdasarkan dalil-dalil yang kami sebutkan dalam masalah keenam dan berdasarkan ijma’ yang kami sebutkan dalam masalah ketujuh. Dan kekafiriannya ini menimbulkan dampak sebagai berikut:

  1. A.    Kekuasaannya batal (tidak syah) dan haram mentaatinya.

Hal ini berdasarkan firman Alloh ta’ala

ياأيـها الذيـن آمنـوا أطيعـوا الله وأطيعـوا الرسـول وأولـي الأمـر منكــم

“Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Alloh dan ta’atilah Rasul(-Nya), dan ulil amri di antara kamu”. (An Nisaa’: 59)

 

Sedangkan orang kafir bukanlah dari golongan kita, maka ia tidak boleh menjadi pemimpin kita dan tidak ada kewajiban taat bagi kita. Dan juga berdasarkan firman Alloh ta’ala:

ولــن يجعـل اللــه للكـافرين على المؤمنين سبيلا

“Dan Alloh ta’ala sekali-kali tidak akan memberikan jalan kepada orang-orang kafir terhadap orang-irang beriman”. (An Nisaa’: 141)

Sedangkan kekuasaan dan ketaatan adalah jalan yang paling besar, oleh karena itu tidak ada kekuasaan dan ketaatan bagi orang kafir atas orang Islam.

Dan juga berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ubadah Bin Ash-Shomit ra., ia mengatakan:” Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam, memanggil kami unuk berbai’at. Di antara isi bai’at itu adalah supaya kami mendengar dan taat dalam keadaan senang atau terpaksa, dalam keadaan susah atau senang dan meskipun (pemimpin itu) lebih mementingkan dirinya daripada kami, dan supaya kami tidak menggulingkan penguasa.

Dan beliau bersabda:

إلا أن تروا كفراً بواحاً عندكم من الله فيه برهان

“Kecuali kalian melihat kekafiran nyata yang kalian memiliki keterangan dari Alloh ta’ala.”  Hadits ini muttafaq ‘alaihi.

Maka jika terjadi kekafiran yang nyata pada pemimpin, otomatis gugurlah ketaatan kepadanya dan wajib untuk menggulingkannya.

Maka sebenarnya para penguasa yang menjalankan hukum buatan manusia di negara-negara kaum muslimin, mereka itu tidak pernah sama sekali menjadi penguasa yang syah. Mereka menjadi penguasa berdasarkan undang-undang dan dan bukan berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dengan demikian maka kepemimpinan mereka tidak syah dari dasarnya. Dan karena kebanyakan penguasa itu mengaku Islam, maka perbuatan kafir mereka itu menjadikan mereka sebagai orang murtad. Read more…

Categories: Maktabah

Terorisme Adalah Ajaran Islam

Categories: Maktabah

50 DOSA Demokrasi, Pemilu, dan Partai

MUQADDDIMAH

Segala puji hanya milik Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya serta orang yang berwala’ kepadanya.

Amma ba’du.

Ini adalah kajian singkat yang menjelaskan tentang beberapa indikasi destruktif dan bahaya yang ditimbulkan akibat terjun dan berkiprah dalam kancah demokrasi yang banyak orang  tertipu dengannya dan menggantungkan harapan mereka kepadanya meskipun hal ini jelas-jelas bertentangan dengan manhaj Allah sebagaimana yang akan dijelaskan dalam kajian yang singkat ini, apalagi banyak sudah pengalaman pahit yang didapat oleh orang yang tertipu dengan permainan ini dan ditampakkan sisi penyimpangan dan kesesatannya. Read more…

Categories: Maktabah