Archive

Archive for the ‘Gudang Sastra’ Category

Ini Harimu Bu..

ibuu

Ibu..anakmu kini lebih suka berdandan seperti artis. Ia suka memperlihatkan paha, buah dada..apalagi betis.

 Ibu…anakmu lebih suka nongkrong di jalan daripada duduk manis di pengajian. Ia mulai kobam dan bergaul tak karuan.

 Ibu…anakmu mungkin sudah tak lagi perawan. Ia berkencan dengan siapa aja yang ia senangi. Ia relakan tubuhnya di jamah banyak lelaki.

 Ibu…sepertinya anakmu telah melupakan Tuhan. Ia berpemikiran bak ilmuan tapi berkeyakinan seperti syetan.

 Ibu…sepertinya anakmu sudah lupa cara berpakaian. Ia tak lagi mengenakan celana, ia lupa memakai BH..ia pun nyaris tak berbusana.

 Ibu…dengan apa akan ku isi hari mu ini. Sedang aku tak punya apa-apa untuk kau banggakan.

 Ibu…dengan apa engkau ku muliakan. Sedang sudah tak tersisa lagi dariku kehormatan.

Ibu..dengan apa akan ku bayar jasamu, sedang jalan anakmu menjauh dari sesuatu dibawah telapak kakimu.

Ini harimu bu.. Katanya. (journally)

Advertisements
Categories: Gudang Sastra

Titip Rindu Untuk Ayah

Sekotak dunia tak kau pedulikan.
Seluhur-luhurnya tauhid kau perjuangkan.
Ketidakrelaanmu akan kesyirikan yang membelenggu manusia kini telah kami artikan.

Kini hanya gembur tanah pekuburan memberi bukti,
serta bulir keringat yg melekat di dahi yg kulihat terlahir kali 20 Februari…….5 tahun silam

Bukan niyahah, tapi kebanggaan yang selalu merekah dalam kenangan serta peluh lelahnya yang harus dilanjutkan.

Titip rindu buat ayah. 🙂

Wed, Feb 20 2013 | 09:51 pm

Categories: Gudang Sastra

Sekotak dunia

 

Sekotak dunia dalam hati, segudang ketakutan akan mati

Sekotak dunia dalam hati, bak sebungkus nasi yang dibagi-bagi

Hanya sebatas tembolok penuh terisi,

lalu menjadi ampas yang tiada guna lagi.

 

Sekotak dunia dalam hati, lahap kita akan dunia

Menuju kengerian suatu masa,

dimana sekotak dunia hanyalah sia-sia belaka. Read more…

Categories: Gudang Sastra

Aku harus mencintainya

Dalam sunyi jelas dirimu tertayangkan

Namun dalam bahagia aku lupa..

 

Rupamu tak mampu tereja oleh bayang-bayang,

Namun kau begitu nyata..

 

CeritaNya tentang kehidupan disana adalah pilihan

Namun aku begitu iba Read more…

Categories: Gudang Sastra

Puisi Ariel Untuk Ustadz Abu Bakar Ba’asyir

Ba’asyir tua, berlari kecil di gang yang bergema

Larut dalam dunianya sendiri

Dia tidak menolerensi dunia

Sehingga dunia tidak menolerensinya

Keras memang, tapi apalah arti pendirian jika tidak keras

Hitam putih, tapi tidak abu-abu

Keras memang …

Andai saja dunia melihat kebenaran yang dia lihat. Read more…

Categories: Gudang Sastra, News

Karena Cinta itu Bijaksana (Seharusnya)

Jelang waktu mendekap cerita

Sebesit tanya kini menggurita

Menjangkit sekujur jiwa, lalu kaku memberi makna

Hampir saja karam dibuatnya Read more…

Categories: Gudang Sastra, Journally

Sebuah Tahanan

 

Sebuah Tahanan | Oleh : Abu Sulfa

 

Ditahanan polda metro jaya

Kami terasing dari dunia

Terpisah dari teman dan kawan

Semua dijauhkan dari handai taulan… Read more…

Categories: Gudang Sastra