Menentukan arah

Selaksa alam tak mampu menerka

Selayang perasaan takan bisa membaca

Ada waktu yang berjalan dalam iramanya

Perlahan menentukan sebuah tujuan

Serasa hati kuat meyakinkan

Seutas ucap pun kuat merubuhkan

Mana yang harus diturutkan

Karena keduanya adalah arah yang menentukan

Memang dunia kian mengejam

Meski hati dan pikiran tetap mengecam

Namun kehidupan bukanlah kepastian

Semua punya batasan

Ada cinta menilisik

Berbisik di lubuk hati

Terusik sekujurnya mencari-cari

Sebuah arah atas perasaan

Adapula rindu yang mengelu

Menandu haru dalam lagu pilu

Terjamah seluruh waktu

Mengikuti arahmu

Terkadang hidup begitu rapuh

Melepuh hanya karena gemuruh

Mencari teduh kala gerimis runtuh

Menyerah karena keringat peluh

Adalah cinta yang selalu ada

Meski badai topan menerjang

Terkadang dengan lisan ia mengoyak

Jiwanya menjerit menolak

inilah cinta manusia..

ia berjarak tipis dengan amarahnya

namun ada kesungguhannya

cintalah yang menentukan arahnya, jiwa pengendalinya

kita hanyalah raga yang menjadi medianya…

Ally Muhammad Abduh Ibnu Fariedz

Tasikmalaya, april 17 2010

 

Advertisements
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s